Tidur dengan mata terbuka disebabkan oleh penutupan kelopak mata yang tidak sempurna, yang dapat disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kelumpuhan saraf wajah dan penyakit mata yang berhubungan dengan tiroid. Saraf wajah menginervasi otot orbikularis oculi. Ketika otot orbikularis oculi distimulasi oleh sinyal elektrik dari saraf wajah, otot ini akan berkontraksi sehingga menutup celah kelopak mata. Apabila saraf wajah lumpuh, maka otot orbikularis oculi tidak dapat bergerak dengan baik, dan kelopak mata tidak dapat menutup sempurna saat pasien tidur, sehingga pasien dapat tidur dengan mata terbuka. Oftalmopati terkait tiroid dapat disebabkan oleh hiperplasia isi orbita, yang mendorong bola mata menonjol keluar, sehingga kelopak mata pasien tidak dapat menutup sepenuhnya saat tidur. Selain itu, jika pasien terlalu lelah, ia juga dapat tidur dengan penutupan kelopak mata yang tidak sempurna, yang bukan merupakan perubahan patologis. Disarankan agar pasien dengan penutupan kelopak mata yang tidak sempurna dan ketidaknyamanan lainnya mencari bantuan medis untuk mengevaluasi kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk perawatan.