1.Berdiri meregangkan gastrocnemius Pasien berdiri di dekat dinding, menghadap dinding dalam posisi berdiri, kaki terpisah dan selebar bahu, jari-jari kaki sekitar 30-40 cm dari dinding (dapat disesuaikan dengan tinggi badan dan fungsi anggota tubuh pasien, jaraknya besar, peregangan tendon Achilles kuat, jaraknya kecil kekuatan peregangannya kecil). Kemudian, ambil setengah langkah ke depan dengan kaki yang sehat, ikuti tanah dengan kedua kaki, condongkan tubuh ke depan, pegang dinding dengan kedua tangan, tekuk lutut di sisi yang sehat, luruskan lutut di sisi yang sakit, rentangkan pinggul, dan jaga agar tumit sisi yang sakit tidak menyentuh tanah. Otot trisep betis diregangkan dengan kekuatan. Peregangan utama dalam gerakan ini adalah otot pengunyahan. Peregangan berlangsung kira-kira 3-5 menit. Biasanya dilakukan sebagai pemanasan sebelum latihan. 2. Peregangan pasif otot gastrocnemius Pasien berbaring dalam posisi terlentang di atas tempat tidur perawatan dengan kepala di atas bantal dan kaki rata di atas tempat tidur. Terapis atau anggota keluarga menggenggam tumit kaki dekat tendon Achilles dengan telapak tangan, menempatkan pergelangan tangan dan lengan bawah di bagian bawah kaki dan meregangkan otot gastrocnemius ke arah sumbu panjang tungkai bawah. Terapis atau anggota keluarga memiringkan tubuh pasien ke sisi kepala dan menggunakan kekuatan tubuh untuk mengontrol kekuatan peregangan. Perawatan harus dilakukan selama perawatan: peregangan berlangsung selama kurang lebih 20 detik, kemudian rileks selama beberapa detik, lalu regangkan dan rilekskan lagi, ulangi 4-5 kali. Gunakan kekuatan yang lembut dan kuat dan perhatikan ekspresi pasien. Hindari rasa sakit. Harus diperhatikan untuk menanyakan kepada pasien bagaimana perasaan mereka sehingga kekuatan peregangan dapat disesuaikan. Jika pasien kesakitan, kurangi kekuatan peregangan, jika rasa sakitnya parah, pengobatan harus dihentikan dan area tendon Achilles harus diperiksa untuk mengetahui adanya kerusakan, jika ada kerusakan, harus segera diobati. 3.Saat pasien melakukan peregangan, perhatikan tindakan peregangan pasien dan berikan koreksi tepat waktu jika ada kesalahan. 4.Pengobatan umum diberikan sekali sehari selama 5-10 hari sebagai pengobatan. 5.Mengatur pencatatan pengobatan.