Patologi atrofi gastroskopi (++), enterosis (++++), dan dilatasi parsial kelenjar adalah perubahan patologis gastritis atrofi kronis dengan enterosis. Perubahan patologis pada gastritis atrofi kronis adalah inflamasi, atrofi, kemosis, dan hiperplasia heterotrofik. Atrofi didefinisikan sebagai penipisan mukosa lambung, kelenjar yang lebih kecil dan lebih sedikit di area lesi, disertai dengan kedangkalan reses lambung dan fibrosis pada lamina propria. Atrofi multifokal yang mempengaruhi antrum dan badan lambung meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung. Enterosis, yaitu hiperplasia epitel usus, merupakan manifestasi umum dari adenosis lambung, yang mengacu pada transformasi epitel mukosa lambung menjadi jaringan epitel mukosa usus kecil atau besar dalam peradangan jangka panjang. Semakin luas distribusinya, semakin tinggi risiko kanker lambung. (+++), (++++) dan seterusnya menunjukkan derajat lesi, yang umumnya menunjukkan terjadinya atrofi dan usus yang lebih berat. Sedangkan pada perkembangan peradangan kronis menjadi kanker lambung, keadaan prakanker lambung meliputi atrofi dan hiperplasia epitel usus. Jika ada patologi gastroskopi atrofi dan enterosis, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin, dan dokter akan merumuskan diagnosis dan rencana perawatan sesuai dengan kondisi spesifik, untuk menghindari perkembangan penyakit.