Autisme, juga dikenal sebagai autisme, adalah gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh interaksi faktor lingkungan dan genetik pada sistem saraf pusat. Autisme dimulai pada masa bayi dan masa kanak-kanak dan terutama dimanifestasikan oleh gangguan interaksi sosial (kurangnya respons terhadap panggilan, menghindari tatapan orang lain, kurangnya minat untuk berinteraksi dengan orang lain), gangguan perkembangan bahasa, perilaku stereotip (kekakuan dan kekakuan dalam kehidupan sehari-hari), minat yang menyempit (ketidaktertarikan pada permainan dan mainan), dan dapat disertai dengan keterlambatan perkembangan mental (ketidakseimbangan dalam perkembangan kecerdasan). Penyebab autisme belum diketahui secara pasti, tetapi mungkin terkait dengan faktor genetik, faktor lingkungan, dan perkembangan otak yang tidak normal. Saat ini, terdapat obat-obatan seperti antipsikotik (risperidone, aripiprazole, dll.), obat-obatan untuk gangguan defisit perhatian (methylphenidate, atomoxetine, dll.), dan antidepresan (sertraline, clomipramine, dll.). Ada juga pelatihan rehabilitasi, psikoterapi, dan sebagainya. Perawatan khusus harus dilakukan di bawah bimbingan seorang profesional medis. Sebagian besar gejala pasien dapat berkurang secara bertahap setelah pengobatan aktif penyakit ini. Beberapa pasien rentan terhadap komplikasi psikologis dan perilaku selama masa remaja. Disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter sedini mungkin dan menerima perawatan standar di bawah bimbingan dokter profesional, untuk menghindari perburukan kondisi.