Interpretasi gejala-gejala 10 penyakit

Pasien yang sakit parah dapat memvisualisasikan kematian sebagai teman dan penjaga kehidupan mereka. Secara bertahap, pasien akan mendapatkan pemahaman baru tentang kematian dan menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadapnya. 1. Kanker Dalam kasus kanker, kurangnya rasa hormat kepada orang tua sering kali memainkan peran yang sangat penting. Dalam kasus kemitraan, kurangnya rasa hormat terhadap orang lain juga dapat menyebabkan kanker. Kecanduan alkohol dan narkoba Kecanduan alkohol dan narkoba sering kali merupakan hasil dari penolakan untuk menerima cinta dari ayah. 3. Bulimia Nervosa Dalam sebuah lokakarya tentang latihan keluarga, bulimia ditangani oleh seorang pasien wanita yang dengan berani mengatakan kepada ibunya, “Ayah sama pentingnya dengan ibu.” Benar-benar memahami pentingnya menerima ayah sangat penting dalam penyembuhan bulimia. Ketika nafsu makan bulimia seorang wanita menyerang, Hellinger menyarankan agar pasien membeli semua makanan yang ingin ia makan, lalu meletakkannya di depannya dan melihatnya dengan penuh minat. Sebelum makan, ia dapat membayangkan dirinya meringkuk di pelukan ayahnya dan membiarkan sang ayah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Sebelum mengambil setiap gigitan, ia akan menatap mata ayahnya dan berkata, “Ayah sayang, aku memiliki nafsu makan yang baik di dekatmu. Aku ingin Ayah menyuapiku.” Jika pasien menganggap hal ini serius, hanya dengan berpikir seperti ini saja sudah dapat memberikan efek yang sangat baik. 4. Anoreksia Dalam pengaturan sistem keluarga tentang anoreksia, kita sering melihat bahwa sang ayah telah pergi. Kata-kata dalam hati pasien dalam kasus ini adalah, “Ayah sayang, saya lebih suka saya yang pergi daripada Anda.” Untuk menyembuhkan anoreksia, pasien dapat berkata kepada sang ayah, “Tolong berkati saya, meskipun Anda telah pergi.” 5. Obesitas Pasien makan lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh karena makan berarti, “Saya hidup.” Jika pasien menyadari bahwa ia dapat hidup, makan dapat kembali normal. Agar bisa hidup, lebih suka makan lebih banyak. Hellinger menyarankan bahwa pada orang yang mengalami obesitas merasa lapar ketika mereka mengatakan: “Saya hidup.” 6, depresi Tersembunyi di balik depresi sering kali adalah penghinaan terhadap orang tua. Semakin tidak puas dengan orang tua mereka, semakin sedikit orang tersebut menerima dari orang tua mereka, dan semakin tertekan jadinya. Jika Anda penuh rasa hormat kepada orang tua Anda, depresi akan hilang. 7, ketidaknyamanan hati Ketidaknyamanan hati biasanya merupakan ekspresi spesifik dari cinta yang ditekan. Begitu cinta ini diungkapkan, ketidaknyamanan ini bisa hilang. Orang sering merasa bahwa cinta yang ditekan ini ditujukan kepada pasangan, tetapi sebenarnya di balik itu sering menyembunyikan ibu atau ayah yang tidak dapat diterima. 8. Mual Menurut pengalaman para konselor keluarga, mual sering dikaitkan dengan perasaan yang direpresi, terutama sumpah serapah. Jika Anda mengeluarkan semua kata-kata yang telah lama dipendam dalam pikiran dan membayangkan diri Anda menatap mata orang lain sambil mengumpat, rasa mual mungkin akan hilang. Rasa takut menghadapi rasa bersalah, tetapi tidak dapat dihindari, yang juga akan membuat orang menghasilkan rasa mual. 9, sakit kepala dan migrain Bayangkan diri Anda dekat dengan orang lain, terutama ibu, ini akan membantu mengurangi rasa sakit. Penyebab psikologis dari sakit kepala dan migrain adalah “cinta yang ditekan”. Orang sering merasa bahwa cinta yang tertekan ini ditujukan kepada pasangannya, padahal, di balik itu sering tersembunyi ibu atau ayah yang tidak dapat diterima. 10, neurodermatitis Seorang wanita memiliki anak dengan neurodermatitis. Setelah melihat kembali gejala-gejala yang dialami sang anak, ia menemukan bahwa eksim yang diderita sang anak berkaitan dengan kebenciannya terhadap ayah sang anak. Semakin dia membenci pria itu, semakin buruk kondisi anak itu. Ketika ia menyadari konsekuensi buruk dari kebenciannya dan mulai menghadapi bagian tanggung jawabnya dengan benar, penyakit anak tersebut sembuh. Selain itu, dalam pernikahan atau kemitraan yang berkelanjutan, kebencian terhadap orang lain ini kadang-kadang dapat menyebabkan anak mengembangkan penyakit.