Malformasi Bawaan pada Tangan Penyebab malformasi bawaan dapat dirangkum dalam dua cara: pertama, endogen, yaitu genetik. Yang lainnya adalah eksogen, yaitu malformasi yang terjadi selama periode embrionik di bawah pengaruh faktor eksternal. Klasifikasi kelainan bentuk bawaan pada anggota tubuh: (i) Kelainan pembentukan anggota tubuh: cacat anggota tubuh secara keseluruhan atau sebagian, dibagi menjadi dua jenis, melintang dan membujur Cacat lateral: 1. Ketiadaan bahu secara bawaan 2. Ketiadaan lengan secara bawaan 3. Ketiadaan siku secara bawaan 4. Ketiadaan lengan bawah secara bawaan 5. Ketiadaan pergelangan tangan secara bawaan 6. Ketiadaan tulang karpal secara bawaan 7. Ketiadaan telapak tangan secara bawaan 8. Ketidaksempurnaan jari-jari tangan secara bawaan Cacat membujur: 1. Cacat membujur radial: (1) displasia radial (2) (2) agenesis parsial radius (3) agenesis total radius 2. Cacat longitudinal ulnar: (1) agenesis parsial ulna (2) agenesis total ulna (3) agenesis ulna yang dikombinasikan dengan penyatuan tulang pada radius humerus 3. Cacat longitudinal sentral (tangan terbelah) (1) tipikal (2) atipikal (termasuk sindaktili dan polidaktili) 4. Cacat longitudinal sentral (tangan segel) (1) tangan segel lengkap: lengan atas dan lengan bawah yang tidak berkembang, tangan secara langsung (2) Tangan segel proksimal: tidak ada perkembangan lengan atas, lengan bawah langsung melekat pada bahu (3) Tangan segel distal: lengan bawah tidak ada, tangan langsung melekat pada ujung lengan atas (ii) Gangguan diferensiasi anggota gerak: berbagai faktor mempengaruhi diferensiasi tunas anggota gerak yang normal ke dalam komponen jaringan rangka, kulit, fasia, atau jaringan saraf yang terpisah. Gangguan diferensiasi jaringan lunak: 1. Kontraktur sendi multipel bawaan 2. Bahu: penurunan bahu yang tidak lengkap, otot pektoralis 3. Siku dan lengan bawah: (1) Tendon ekstensor tergelincir (2) Tendon fleksor tergelincir (3) Tendon intrinsik tergelincir 4. Pergelangan tangan dan tangan (1) Sindaktili kulit (2) Kontraktur sekunder pada otot, ligamen, gangguan diferensiasi sendi: kontraktur jaringan jari pertama, kelainan bentuk fleksi sendi, kelainan bentuk fleksi jari, jari pelatuk Gangguan diferensiasi tulang: 1. Kelainan internal bawaan pada humerus 2. Kelainan internal pada humerus (3) Fusi tulang siku total 3. Lengan bawah: (1) Fusi tulang radial dan ulnar proksimal (2) Fusi tulang radial dan ulnar distal 4. Pergelangan tangan dan tangan: (1) Osseus syndactyly: radial, sentral, ulnar, boxer (lengkap) (2) Fusi tulang interkarpal: fusi tulang segitiga lunar, fusi tulang cephalad-hook, fusi tulang navicular-lunar (3) Metakarpal Fusi interoseus (4) Fusi interphalangeal Massa jaringan lunak bawaan 1. Massa angiomatosa: (1) Hemangioma kapiler (2) Hemangioma spongiform (3) Fistula arteriovenosa (2) polidaktili sentral (3) polidaktili ulnaris 2. Kelainan bentuk tangan kembar juga dikenal sebagai tangan cermin 3. Kelainan bentuk ulnaris kembar (iv) pertumbuhan berlebih: pertumbuhan berlebih pada seluruh anggota tubuh atau satu bagian 1. semua anggota tubuh 2. beberapa anggota tubuh 3. jari-jari raksasa (v) pertumbuhan kurang: pembentukan anggota tubuh yang tidak sempurna dan pendek tetapi morfologinya sempurna 1. semua anggota tubuh 2. semua tangan 3. metakarpal 4. jari-jari (1) kelainan bentuk jari dan jari-jari (2) kelainan bentuk jari-jari pendek (vi) Sindrom korset bawaan: terdapat lekukan melintang pada tungkai seolah-olah lekukan tersebut merupakan lekukan pengikat; jika lekukan tersebut terlalu dalam, bahkan dapat menyebabkan amputasi bawaan. (vii) Kelainan tulang yang meluas Prinsip-prinsip pengobatan untuk kelainan bentuk bawaan (i) Tujuan pengobatan: Pengobatan harus difokuskan pada peningkatan fungsi, diikuti dengan perbaikan kosmetik (ii) Waktu pengobatan: Kelainan bentuk yang menghalangi perkembangan secara bertahap akan memburuk seiring dengan perkembangan anggota tubuh, dan kelainan bentuk tersebut memerlukan pengobatan dini. Untuk kelainan bentuk yang tidak menghambat perkembangan, pengobatan dapat ditunda hingga usia sekolah; untuk operasi yang melibatkan ortopedi tulang, terutama yang memengaruhi perkembangan tulang, sebaiknya ditunda hingga perkembangan tulang dasar berhenti. (iii) Operasi ganda: Kelainan bentuk yang parah sering kali melibatkan berbagai jaringan penting di tangan. Perawatan bedah sering kali perlu dilakukan secara terencana seiring dengan perkembangannya hingga akhir masa dewasa. (iv) Perawatan tambahan: Kelainan bentuk bawaan pada tangan memiliki kapasitas yang besar untuk kompensasi fungsional seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan selama masa kanak-kanak. Oleh karena itu, sikap positif harus diambil terhadap tangan tertentu yang memiliki kelainan bentuk yang parah, dan instruksi serta pelatihan secara sadar sejak masa kanak-kanak akan memberikan hasil yang baik.