Dermatitis perioral adalah penyakit radang yang terjadi di sekitar mulut dan paling umum terjadi pada wanita paruh baya. Hal ini mempengaruhi citra pasien karena terjadi pada wajah, dan karena dermatitis perioral memiliki sensasi terbakar, hal ini dapat memiliki berbagai efek pada pasien dan membutuhkan perawatan aktif. 1. Seperti apa dermatitis perioral itu? Dermatitis perioral dapat dilihat sebagai papula dan pustula yang tersebar, berwarna merah atau berwarna kulit dengan diameter 1 hingga 3 mm di kedua sisi tepi bibir perioral, seringkali dengan penskalaan, kadang-kadang dalam kelompok atau bercak, dan beberapa ruam dapat muncul di sekitar hidung dan secara sepihak di bawah area pipi mata. Sebagian pasien mungkin mengalami ruam di sekitar mata dan di antara alis mata. Eritema yang persisten dapat muncul di lipatan nasolabial, kadang-kadang berkembang ke area perioral dan rahang. Akan ada tingkat pengelupasan kering yang tinggi di sekitar mulut dan bibir. 2. Mengapa saya terkena dermatitis perioral? Ada banyak penyebab dermatitis perioral. Kemungkinan penyebabnya adalah Candida, cacing tungau, pasta gigi berfluoride dan hormon yang mengandung fluoride. Penggunaan kortikosteroid topikal yang berkepanjangan dapat menyebabkan serangan akut dermatitis perioral. 3. Siapa yang rentan terhadap dermatitis perioral? Wanita paruh baya dan anak-anak rentan terhadap dermatitis perioral. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa wanita paruh baya suka menggunakan kosmetik dan zat pelembab bibir. Beberapa wanita menggunakan obat yang mengandung hormon saat mengobati penyakit wajah, yang juga dapat menyebabkan dermatitis perioral. Sebagian pasien menderita dermatitis perioral yang disebabkan oleh alergi terhadap pasta gigi yang mengandung fluoride. 4. Apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami dermatitis perioral Setelah Anda tahu bagaimana cara terkena dermatitis perioral, Anda dapat mengatasinya dengan mudah. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berhenti menggunakan zat atau obat alergi apa pun yang terkait dengan dermatitis perioral, seperti pasta gigi berfluoride dan obat hormonal. Anda kemudian dapat menggunakan obat herbal Tiongkok untuk mengobati kondisi tersebut, yang biasanya digunakan untuk membersihkan panas dan detoksifikasi tubuh. 5. Bagaimana cara merawat dermatitis perioral? Jika Anda memiliki dermatitis perioral, Anda harus memperhatikan perawatan yang baik. Jika area perioral Anda kering dengan sensasi terbakar, jangan gunakan obat hormonal secara topikal, Anda dapat menggunakan beberapa pelembab non-hormonal, seperti krim silikon, untuk dioleskan ke area yang terkena. Jangan mengorek area yang terkena dengan tangan Anda untuk menghindari jaringan parut. Ganti juga pasta gigi yang Anda gunakan dan gunakan pasta gigi bebas fluoride.