Umumnya, blok atrioventrikular derajat II tipe I tidak menyebabkan kematian mendadak, sedangkan blok atrioventrikular derajat II tipe II dapat menyebabkan kematian mendadak, tetapi sebagian besar pasien mengalami pusing ringan, pingsan, dan gejala lainnya. Blok AV derajat II adalah fenomena di mana sistem konduksi antara atrium dan ventrikel tersumbat, yang mengakibatkan tertundanya konduksi impuls atrium atau ketidakmampuan untuk mentransmisikannya ke ventrikel. Blok AV derajat II dapat menyebabkan kematian mendadak, dan pasien dengan blok AV tipe II derajat II dikatakan memiliki blok AV derajat II jika lebih dari dua gelombang P yang berurutan gagal berjalan ke atrium. Blok AV tipe I derajat dua adalah blok di mana interval P-R secara bertahap diperpanjang hingga satu gelombang P gagal turun, dan pasien mungkin mengalami gejala seperti jantung berdebar dan sesak dada, sedangkan blok AV tipe II derajat dua adalah blok di mana interval P-R tetap dan gelombang P tiba-tiba gagal turun, dan pasien mungkin mengalami gejala seperti pusing ringan dan pingsan. Jika pemeriksaan menunjukkan adanya blok AV derajat dua, ikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.