Massa lurik pada uretra adalah salah satu gejala kanker uretra, yang termasuk dalam tumor epitel uretra dan relatif jarang ditemukan di klinik. Sebagian besar kanker uretra pria berusia di atas 40 tahun, dan kanker uretra wanita sebagian besar terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Sekitar 50% kanker uretra merupakan kanker sekunder akibat karsinoma urothelial kandung kemih, ureter, atau pelvis ginjal. Kanker uretra primer lebih jarang terjadi dan terjadi terutama pada wanita. Pasien dengan kanker uretra harus memperhatikan lingkungan tempat tinggal mereka dan juga pola makan yang sehat. Diet yang cocok untuk massa lurik uretra yang disebabkan oleh kanker uretra: 1. Dianjurkan untuk makan lebih banyak makanan dengan efek anti tumor pada kandung kemih dan uretra, seperti kodok, jamur payung, siput, rumput laut, krokot, krokot, cangkang kura-kura, kura-kura, ubur-ubur, ubur-ubur, ular air, biji-bijian air mata Ayub, permen, kacang kenari, ginjal kambing, pinggang babi, sotong, cacing pasir, ikan laut, ikan tenggiri. 2, obstruksi uretra harus makan rumput laut, wakame, nori, kepiting hijau. 3 . Infeksi harus memakan kandung kemih ikan kuning, sirip hiu, ular air, merpati, ubur-ubur, akar teratai, soba, marjoram, kuping bumi, daikon, zaitun, terong, buah ara, tauge, tauge, susu kacang kedelai, bayam, kubis ungu, labu. 4 . Pendarahan cocok untuk makan seledri, brokoli emas, daun bawang, melon musim dingin, umeboshi, kue kesemek, wijen, biji teratai, teripang, daging tikus. Kontraindikasi diet untuk kanker uretra yang menyebabkan benjolan seperti guratan pada uretra: 1. Hindari merokok, alkohol, kopi, dan kakao. Hindari makanan pedas, panas dan kering yang dapat melancarkan peredaran darah. Hindari makanan berjamur, digoreng dan berlemak.