Panduan Pelatihan di Rumah untuk Afasia

  Panduan pelatihan di rumah untuk afasia
  Secara umum, jumlah waktu yang dihabiskan untuk pelatihan bahasa berbanding lurus dengan efektivitas pelatihan, sehingga penting untuk memiliki pelatihan bahasa yang konsisten dan koheren. Berikut ini adalah panduan latihan di rumah, berdasarkan situasi spesifik pasien.
  I. Pelatihan mendengarkan dan pemahaman
  (1) Kata-kata: dengarkan kata-kata dan tunjuklah gambar/objek, tunjukkan 3 gambar benda yang biasa digunakan, beri nama salah satu benda dan minta pasien untuk menunjuk gambar yang sesuai.
  (2) Frasa dan kalimat: dengarkan ucapan dan tunjuk gambar: A. Tunjukkan 3 gambar benda yang biasa digunakan, sebutkan fungsinya atau kategorinya, dan pasien menunjukkannya; B. Ajukan pertanyaan dengan gambar situasi dan biarkan pasien menjawabnya; C. Jalankan instruksi: berikan instruksi dan pasien melakukan tindakan sesuai yang diminta.
  II. Pelatihan ekspresi lisan
  (1) Ekspresi kata: A. Latihan melengkapi kata: Tanya: “Ini adalah…” Pasien: “bunga”. B. Penamaan: Dapatkan ekspresi kata dengan mengajukan pertanyaan: Tanyakan: “Jenis bunga apa ini?” Pasien: “Bunga mawar” T. “Hari apa ini?” Pasien: “Rabu” C. Penggunaan antonim, kata-kata yang berhubungan, idiom: “laki-laki” Pasien: “perempuan” Q. “Emas “pasien: “perak”. d. Pengulangan kata: tunjukkan 1 set gambar dan kartu kata yang sesuai dengan gambar tersebut, terapis menyebutkan nama gambar, mendemonstrasikan pola mulut dan pasien mengulanginya sebanyak 2 kali.
  (2) Ungkapan frasa dan kalimat: A. Menggabungkan kata-kata yang telah dipelajari ke dalam frasa dan kalimat, misalnya “cangkir” dan “air” menjadi “cangkir yang dapat menampung air” “B. Ulangi kalimat-kalimat tersebut. C. Latihan praktis: ungkapkan kebutuhan Anda dalam kalimat lengkap, misalnya “Saya ingin makan”.
  (3) Terapi nyanyian melodi: puisi, lagu anak-anak, lagu, urutan otomatis (solitaire lirik).
  Pelatihan membaca pemahaman dan membaca dengan keras.
  (1) Kognisi visual: pencocokan gambar-gambar, pencocokan kata, pencocokan gambar-kata
  (2) Kognisi pendengaran: mendengarkan kata-kata dan melihat gambar;
  (3) Membaca dengan suara keras: tunjukkan kartu kata dan bacakan kepada pasien berulang kali, mulai dari membacanya dengan suara keras bersama pasien hingga membacanya sendiri. (4) Pemahaman kalimat dan teks pendek serta membaca dengan suara keras: A. Pemahaman: Mintalah pasien membaca kartu kalimat dan tunjukkan gambar-gambar situasi. A. Baca teks pendek dan kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada; B. Bacalah kalimat-kalimat dan teks pendek tersebut dengan lantang;
  (5) Membaca dan membacakan pasal-pasal: Bacalah bersama-sama dan kemudian bacalah sendiri-sendiri.
  IV. Pelatihan Menulis
  (1) Menyalin: Tunjukkan kartu kata dan biarkan pasien menyalinnya;
  (2) Dikte kata: tunjukkan kartu bergambar dan dikte; jangan tunjukkan kartu bergambar dan dikte;
  (3) Dikte kalimat dan teks pendek;
  (4) Menjiplak: tunjukkan gambar dan minta mereka untuk menulis nama gambar, melihat kartu gambar dan menulis kalimat, menulis catatan harian.
  V. Pelatihan kognitif lainnya: labirin, kisi-kisi angka, menemukan perbedaan, menghitung uang, mencari uang, melakukan pekerjaan sesuai kemampuan mereka, mengoperasikan kalkulator, komputer, telepon genggam, dll., Menggambar, kaligrafi, bermain catur, bermain kartu, bermain mahyong, dll.