Jenis disartria yang umum terjadi pada anak-anak dengan disartria fungsional adalah: 1. Disartria preterm: misalnya, mengatakan “saudara” sebagai “dari”, “celana” sebagai “kelinci”, “kue” sebagai “pisau telur”. Sebagai contoh, mereka mengatakan “kelinci” untuk “celana” dan “pisau telur” untuk “kue”. 2. Konstruksi pasca-fonetik: misalnya, “kelinci” diucapkan sebagai “celana”. 3. Konstruksi yang disingkat: misalnya “stroberi” sebagai “nasib buruk”; “jerapah” sebagai “rusa leher gula (tang) “. 4. Tidak mengirimkan konsonan yang diaspirasikan: misalnya “anggur (pu tao)” dikatakan “kurang dari (bu dao)”. 5. Bunyi dihilangkan dengan rima: misalnya “bintang (xing xing)” diucapkan sebagai “xi xi (xi xi)”. 6. Kata depan dihilangkan: misalnya, “六 (liu)” dibaca “漏 (lou)”; “漂 (piao)” dibaca “炮 (pao) “. 7. Lingualisasi: misalnya “meja (zi)” dikatakan sebagai “mesin meja (ji)”; “empat (si)” dikatakan sebagai “denda (xi) “. 8 . Erasure: misalnya “balon (qi qiu)” dikatakan sebagai “xi xiu”. 9.Serrativisasi: misalnya “semangka (xi gua)” dikatakan sebagai “tujuh melon (qi gua)”.