Ada banyak jenis afasia pasca stroke. Setiap jenis memiliki manifestasi khusus, seperti kesulitan reseptif atau ekspresif, dan rehabilitasi dirancang untuk dilakukan sesuai dengan gejala-gejala ini. Ada juga berbagai metode rehabilitasi untuk afasia. Salah satunya adalah terapi stimulasi, yang melibatkan stimulasi verbal pada indera, misalnya, mempelajari kata “apel” dengan menuliskan kata apel, membacanya, mempresentasikannya, dan akhirnya mencicipinya, stimulasi multi-indera, stimulasi berulang, dan stimulasi pendengaran yang memadai. Jika diperlukan, respons yang muncul dapat dikoreksi, didorong, dan dipuji untuk memperkuatnya. Pasien harus dilatih dalam empat bidang: mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, dari yang sederhana hingga yang kompleks, mudah hingga yang sulit, dari kata dan frasa, kalimat pendek hingga kalimat panjang, secara bertahap. Jika pasien mengalami disartria, kesulitan dalam menemukan kata-kata, kesulitan dalam mengekspresikan ucapan, kesulitan dalam mendengarkan pemahaman, kesulitan dalam membaca atau menulis, dll. Pelatihan juga dapat diberikan di bidang-bidang ini.