Anda tidak bisa hanya mendengarkan musik! Ada perbedaan di antara usia anak-anak!

Musik menggerakkan otak kanan untuk aktif dan meningkatkan kemampuan berpikir imajinatif anak-anak. Manfaat musik bagi anak-anak sangatlah penting, jadi bagaimana seharusnya anak-anak kita mendengarkan musik? Baca apa yang akan penulis bagikan untuk mengetahuinya. Musik mendorong perkembangan otak anak Para ahli, berdasarkan situasi anak-anak yang menerima pendidikan musik dan tidak menerapkan pendidikan musik di berbagai belahan dunia, melalui investigasi, perbandingan, dan praktik yang ekstensif, sampai pada kesimpulan yang mengejutkan: anak-anak yang menerima pendidikan musik pada masa kanak-kanak, bahasa, matematika, pemikiran abstrak, dan kemampuan lainnya jauh melebihi mereka yang tidak menerima pendidikan musik yang baik. 1, periode janin Janin 4-6 bulan pendidikan janin mendengarkan musik ringan, kali ini otak janin mulai berkembang, cocok untuk gaya idilis, musik simfonik, 7-8 bulan pendidikan janin mendengarkan musik olahraga, ini untuk bekerja sama dengan janin untuk mengatur posisi janin, mengurangi terjadinya tali pusat di sekitar leher, hipoksia dan fenomena lainnya, 9-10 bulan, pendidikan janin mendengarkan pendidikan keaksaraan. Pendidikan janin musik harus menggunakan peralatan bermain yang aman dan efektif, hasil penelitian yang ada setuju bahwa yang terbaik adalah memberi janin untuk mendengar intensitas musik tidak boleh melebihi 60 desibel, frekuensinya tidak boleh melebihi 2000Hz. 2, periode bayi baru lahir Kata-kata bayi yang baru lahir tidak dapat mendengarkan terlalu banyak. Sedikit musik ringan bisa sesuai. Misalnya, jika Anda mendengarkan “Minuet” bulan ini dan “Shake the Blue” bulan depan, Anda dapat meningkatkan memori pendengaran bayi Anda dengan efisiensi maksimum, yang berguna untuk pembelajarannya di masa depan. Ada juga masa depan untuk mendengarkan lebih banyak setelah Anda dapat memainkan lagu tertentu dalam waktu yang ditentukan dapat membuat bayi membentuk rutinitas tertentu, misalnya, di pagi hari saat Anda bangun tidur, mainkan “Lagu Pagi” Grieg, di malam hari saat Anda tidur, mainkan “Nocturne” Chopin. Pada usia dua atau tiga tahun, anak-anak tidak hanya dapat mendengarkan musik, tetapi juga menikmati karya-karya musik yang sederhana. Pada usia tiga tahun, anak-anak dapat mengenali perubahan tempo dalam karya musik dan gerakan mereka berubah sesuai dengan tempo musik. Ada juga motivasi yang lebih besar untuk mengapresiasi musik, yang beresonansi secara emosional. Musik yang riang dan hidup membuat anak-anak dalam suasana hati yang bahagia dan musik yang tenang menenangkan mereka. Namun, mereka tidak mudah memahami sifat emosional dari karya musik, dan apa yang paling mereka fokuskan saat mendengarkan musik sering kali adalah elemen-elemen karakteristik dari tema pertunjukan. 4. Anak-anak prasekolah Anak-anak prasekolah sudah memahami bahwa karya musik mengekspresikan ide-ide tertentu, dan dapat dengan tepat mengidentifikasi suasana hati karya musik dan merasakan kehalusannya. Mereka memiliki pemahaman yang baik tentang sarana ekspresi musik dan dapat mengenali perubahan tempo, intensitas dan jangkauan. Kemampuan mereka untuk mengenali struktur sebuah karya musik telah meningkat. Pada usia 6 tahun, kemampuan memori anak-anak telah meningkat, begitu juga dengan kemampuan estetika mereka, dan mereka dapat dengan jelas menunjukkan karya musik yang mereka sukai atau tidak sukai, dengan mengatakan: “Saya suka” dan “Saya tidak suka”. Pengingat: Sebaiknya anak-anak tidak menyanyikan lagu-lagu dewasa, yang dapat sangat merusak mereka Lagu-lagu dewasa memiliki rentang nada yang luas dan rentang nada yang besar, sering kali memperkuat otot-otot faring dan saluran suara untuk mencapai nada lagu yang diperlukan, sedangkan otot-otot faring dan saluran suara bayi dan balita di sekitar usia 3 tahun belum matang dan memiliki rentang nada yang relatif sempit, sehingga belajar menyanyikan lagu-lagu orang dewasa dapat dengan mudah merusak suara anak. Lagu anak-anak yang sesuai harus dipilih untuk kelompok usia ini.