Penyakit refluks gastro-esofagus (GERD) didefinisikan sebagai gejala yang tidak nyaman dan/atau perubahan histologis yang disebabkan oleh refluks makanan ke kerongkongan. 70% pasien memiliki gejala khas mulas dan refluks. Jika penyakit ini didiagnosis atau dicurigai, tinggikan kepala tempat tidur lima belas hingga dua puluh sentimeter, jangan makan lagi tiga jam sebelum tidur, jangan langsung berbaring setelah makan di siang hari, berhenti merokok, berhenti minum, jangan mengencangkan ikat pinggang terlalu banyak, turunkan berat badan, jangan makan makanan berlemak tinggi, cokelat, kopi, dan makanan yang merangsang. Obat antiinflamasi nonsteroid oral (termasuk aspirin) memiliki kerusakan lambung dan duodenum yang paling signifikan, dan mekanisme kerjanya memiliki efek lokal dan sistemik. Meskipun formulasi enterik tersedia untuk mengatasi efek lokal obat secara luas, studi klinis menunjukkan bahwa perubahan bentuk sediaan tidak secara signifikan mengurangi kejadian tukak dan komplikasi yang terkait dengan kelas obat ini. Oleh karena itu, obat-obatan tersebut harus ditangani dengan dosis minimal, daripada mendengarkan iklan dan percaya bahwa perubahan bentuk sediaan tidak berbahaya.