Apa saja tes untuk kejang saat tidur?

Setelah didiagnosis, epilepsi tipe tidur umumnya memerlukan pengobatan antiepilepsi secara teratur, jika tidak, kejang berulang dapat memengaruhi fungsi neuropsikiatri. Gangguan tidur lainnya, seperti teror malam dan mimpi buruk, umumnya tidak memerlukan perawatan khusus dan sebagian besar dapat sembuh sendiri. Metode pemeriksaan untuk epilepsi tipe tidur meliputi: 1. Elektroensefalogram (EEG) EEG adalah aktivitas listrik spontan dan berirama dari sel-sel otak yang direkam oleh elektroda. EEG adalah salah satu alat pemeriksaan yang paling penting dalam diagnosis dan pengobatan epilepsi. Meskipun pencitraan anatomis dan fungsional beresolusi tinggi terus berkembang, EEG selalu tidak tergantikan oleh metode pemeriksaan lain dalam diagnosis dan pengobatan epilepsi. 2, angiografi serebral angiografi serebral adalah teknik sinar-X baru yang banyak digunakan dalam praktik klinis sejak tahun 1990-an. Ini adalah yang pertama untuk memilih arteri akses, biasanya arteri femoralis kanan, melalui arteri femoralis kanan untuk menempatkan selubung arteri, melalui tabung selubung arteri untuk memilih kateter yang berbeda, dipandu oleh kawat pemandu, pilih arteri yang akan ditampilkan, disuntikkan dengan media kontras yang mengandung yodium. Lintasan pembuluh darah yang dilalui zat kontras difoto secara terus menerus, dan pencitraan pengurangan digital pembuluh darah otak dilakukan melalui pencitraan berbantuan komputer. Pemeriksaan saraf otak Terdapat 12 pasang saraf otak, yang umumnya diberi nama dengan angka Romawi. Pasangan saraf otak pertama dan kedua (penciuman dan optik) adalah kumpulan serabut saraf neuron sekunder dan tersier di bagian intrakranial otak, dan 10 pasang saraf otak lainnya terhubung dengan batang otak, yang memiliki inti, dengan inti motorik yang terletak di dekat garis median, dan inti sensorik di sisi samping inti. Bagian dari pasangan saraf otak ke-Ⅺ (saraf parasimpatis) berasal dari tanduk anterior segmen atas sumsum tulang belakang leher. Saraf parasimpatis memiliki serat sensorik dan motorik dan terutama mempersarafi kepala dan wajah. Pasangan I, II, dan VIII adalah saraf sensorik, pasangan III, IV, VI, Ⅺ, dan Ⅻ adalah saraf motorik, dan pasangan V, VII, IX, dan X adalah saraf campuran. Selain itu, pasangan III, VII, IX, dan X mengandung serat parasimpatis. Persarafan supranuklear inti motorik semua saraf otak kecuali dua (bagian bawah inti pasangan VII dan DE) adalah persarafan ganda. Pemeriksaan saraf otak sangat penting dalam diagnosis lokal kerusakan otak kranial. Total ada 12 pasang saraf otak, dan pemeriksaan saraf otak harus dilakukan secara berurutan untuk menghindari duplikasi dan kelalaian.