Apa saja tes umum untuk tuberous sclerosis?

  Karena tuberous sclerosis dapat melibatkan banyak sistem atau organ, tes tambahan penting dalam diagnosis tuberous sclerosis dan dalam memantau perubahan kondisi.  1. MRI atau CT kepala: Tes rutin dalam diagnosis TSC. Untuk memantau perkembangan astrositoma sel raksasa, dianjurkan agar anak-anak ditinjau ulang setiap 1 hingga 3 tahun (setidaknya setahun sekali jika astrositoma sel raksasa berukuran >1cm atau jika presentasi anak dipengaruhi oleh masalah intelektual).  2. EEG: Untuk anak-anak asimtomatik yang berusia kurang dari 2 tahun, direkomendasikan agar EEG ditinjau setiap 6 minggu untuk memungkinkan inisiasi awal pengobatan anti-epilepsi. Untuk pasien dengan epilepsi, frekuensi peninjauan EEG tergantung pada kondisi epilepsi.  3. Evaluasi perkembangan psikomotorik: Ketika mendiagnosis TSC, penilaian harus dilakukan. Penilaian lebih lanjut dapat dilakukan sebelum masuk sekolah.  4. Pemeriksaan kulit: Apabila mendiagnosis TSC, pemeriksaan yang cermat harus dilakukan.  5.Pemeriksaan oftalmologis: Saat mendiagnosis TSC, pemeriksaan yang cermat harus dilakukan.  6.Usdara jantung dan elektrokardiogram: saat mendiagnosis TSC, terutama pada anak-anak yang lebih muda.  7 . CT dada dan fungsi paru: CT dada harus dilakukan bahkan pada pasien wanita muda tanpa gejala paru. Wanita dengan limfangioleiomiomatosis harus memeriksakan fungsi paru mereka setiap 6 hingga 12 bulan.  8. Ultrasonografi ginjal dan fungsi ginjal: Ultrasonografi ginjal harus dilakukan pada semua pasien pada saat diagnosis TSC. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa harus diperiksa ulang setiap 1 hingga 3 tahun. Pembersihan ginjal harus dilakukan bila anak memiliki ginjal polikistik dan bila pasien dewasa memiliki gangguan ginjal yang parah.