Api defisiensi atau api yang sebenarnya sebagian besar dinilai dari gejala klinis, lidah dan denyut nadi.
1. Manifestasi klinis: Defisiensi api umumnya disebabkan oleh defisiensi yin dan api, pasien selain manifestasi api, tetapi juga disertai dengan manifestasi klinis defisiensi panas, seperti kemerahan zigomatik (pipi kemerahan tulang zigomatik), semburan panas, keringat malam (keringat tidak normal setelah tidur, bangun tidur keringat berhenti), dan pada saat yang sama lebih banyak disertai dengan gusi berdarah, gusi bengkak dan nyeri dan manifestasi lainnya.
Api yang kuat umumnya didasarkan pada bukti-bukti yang kuat, seperti berkeringat, haus, suka minuman dingin, wajah merah, mata merah, sembelit, urin merah pendek (volume urin sedikit, warna kuning tua) dan manifestasi klinis lainnya.
2. Lidah: Pasien dengan api defisiensi sering menunjukkan lidah kering dengan sedikit lumut dan lidah kecil. Pasien dengan api padat sering menunjukkan lidah merah, lumut kuning kering atau kering berminyak, badan lidah tidak kecil.
3. Denyut nadi: Denyut nadi defisiensi api biasanya kecil (denyut nadi menjadi sempit dan tipis, dan denyut nadi dipercepat), sedangkan denyut nadi api padat kuat.
Keempat metode diagnostik harus digabungkan untuk membuat penilaian yang komprehensif, dan dokter profesional diperlukan untuk mendiagnosis api defisiensi atau api yang sebenarnya.