Hati-hati dengan stroke jika Anda duduk diam!

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurangnya aktivitas fisik telah menjadi faktor risiko keempat penyebab kematian di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa ketidakaktifan fisik saat ini membunuh hingga 3,2 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan peningkatan yang pesat dalam dekade terakhir. Dengan kemudahan dan kecepatan hidup modern yang tinggi, ketidakaktifan fisik merupakan fenomena yang umum terjadi. Beberapa orang tidak mempermasalahkan hal ini dan merasa bahwa bergerak adalah bagian dari hidup mereka. Padahal, ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga dapat menyebabkan masalah sosial yang serius. Hal ini karena kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan berbagai kejadian kesehatan yang merugikan, termasuk kematian total, morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, dan risiko stroke, yang sekali lagi merupakan beban besar pada asuransi kesehatan sosial dan penggunaan sumber daya kesehatan masyarakat. Hari ini mari kita fokus pada hubungan antara ketidakaktifan fisik dan stroke. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria dan wanita yang aktif secara fisik biasanya memiliki risiko stroke atau kematian 25%-30% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif secara fisik. Aktivitas fisik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk aktivitas fisik rekreasi umum, aktivitas fisik profesional pada tingkat atlet dan bahkan berjalan kaki, yang semuanya memiliki manfaat yang baik. Dalam beberapa penelitian kesehatan atlet, aktivitas fisik yang memadai telah ditemukan berhubungan dengan penurunan insiden stroke pada pria dan wanita. Jadi, bagaimana aktivitas fisik memainkan peran protektif? Sampai batas tertentu, dengan menurunkan tekanan darah dan mengurangi efek faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya seperti diabetes dan obesitas. Selain itu, aktivitas fisik mengurangi fibrinogen plasma dan aktivitas trombosit serta meningkatkan aktivitas fibrinogen jaringan plasma dan konsentrasi kolesterol HDL, ‘kolesterol baik’ dalam darah. Aktivitas fisik juga dapat memberikan efek kesehatan yang positif dengan meningkatkan sitokin antiinflamasi dalam darah (seperti antibodi reseptor interleukin-1 dan interleukin-10) serta jalur kekebalan modulasi lainnya. Oleh karena itu, untuk mencegah stroke, orang dewasa yang sehat harus melakukan aktivitas fisik aerobik sedang hingga berat selama setidaknya 40 menit per hari, 3 hingga 4 hari per minggu. Ayo bergerak!