Besok sudah kembali bekerja dan saya kembali ke kantor. 8 jam sehari di kursi, Anda akan terkena “penyakit kursi”! Penelitian dari University of Queensland, Australia, menemukan bahwa bahaya duduk selama satu jam setara dengan merokok dua batang rokok, yang mengurangi usia harapan hidup selama 22 menit. Kami telah mengumpulkan beberapa pengetahuan tentang “mabuk kursi” dari internet untuk memberi tahu Anda betapa mengerikannya penyakit ini. Berapa jam Anda duduk di tempat kerja besok? 8 jam bekerja sambil duduk, makan sambil duduk, mengobrol sambil duduk, pulang ke rumah menonton TV sambil duduk …… tanpa sadar, Anda telah menjadi orang yang tidak banyak bergerak di anggota “senior”. Kenyataannya adalah Anda sering merasakan leher kaku, sakit punggung, dan kelelahan di sekujur tubuh Anda? Maka Anda mungkin sudah menderita “penyakit kursi”! Duduk dari ujung kepala sampai ujung kaki dapat menyakiti Anda 1, penyakit mata Duduk di depan komputer, mata dalam keadaan tegang dalam jangka waktu lama dan tidak mudah beristirahat dapat menyebabkan rabun jauh. Mata yang terlalu banyak bekerja juga rentan terhadap glaukoma, katarak, penyakit mata kering, bisul kornea. 2, spondylosis serviks Saat ini, semakin banyak orang muda dan paruh baya menderita spondylosis serviks, yang sebagian besar disebabkan oleh menetap. Melihat ke bawah ke ponsel Anda seperti memiliki dua buah semangka besar yang menggantung di leher Anda! Kemungkinan menderita spondilosis serviks relatif lebih tinggi bagi pekerja di bidang keuangan, menulis, mengajar, desain grafis, IT, pekerjaan di jalur perakitan dan industri lainnya. Sakit kepala, pusing dan kehilangan ingatan sangat menyiksa. 3, penyakit jantung saat duduk, aliran darah lambat, timbunan asam lemak di pembuluh darah, lebih mungkin menyumbat pembuluh darah. Sebuah studi oleh University of South Carolina menemukan bahwa orang yang duduk selama lebih dari 23 jam seminggu 64% lebih mungkin meninggal karena serangan jantung daripada mereka yang duduk kurang dari 11 jam seminggu. 4, cedera diskus intervertebralis lumbal Penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia dalam posisi duduk, jika Anda mempertahankan postur duduk yang benar, tekanan pada diskus intervertebralis lumbal adalah 6 kali lipat saat berbaring; jika duduk dengan postur tubuh yang buruk, tekanan akan melonjak hingga 11 kali lipat saat berbaring. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, sangat mudah menyebabkan ketegangan pada otot punggung lumbal dan menyebabkan herniasi diskus lumbal. 5, wasir dalam waktu lama untuk mempertahankan postur duduk, aliran darah perut akan melambat, tungkai bawah darah vena tidak dapat kembali mengalir, sirkulasi darah terhambat. Dalam hal ini, pleksus rektum rentan terhadap varises, yang menyebabkan stagnasi darah dan akhirnya pembentukan massa vena, yaitu wasir. 6, trombosis tungkai bawah Duduk diam untuk waktu yang lama, otot-otot di kaki berkontraksi lebih sedikit dan aliran darah di tungkai bawah melambat, sehingga meningkatkan kemungkinan trombosis. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang duduk dalam posisi tetap selama lebih dari 3 jam sehari memiliki risiko 2 kali lebih besar mengalami trombosis vena dalam pada tungkai bawah daripada orang lain. 7. Diabetes Penelitian telah menemukan bahwa gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 112%. Para peneliti telah menganalisis bahwa karena kurangnya olahraga akibat gaya hidup yang tidak banyak bergerak, tubuh mengembangkan distribusi jaringan adiposa gravitasi yang tidak normal. Penumpukan lemak di perut bagian bawah, pinggang, dan punggung menyebabkan obesitas sentripetal, yang menyebabkan kelainan metabolisme dan memicu diabetes. 8, kanker Para peneliti Jerman menemukan bahwa risiko kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker endometrium meningkat. Karena jumlah sel imun dalam tubuh dengan bertambahnya aktivitas dan meningkat, sedentari akan membuat tubuh kekurangan sel imun yang cukup. Dalam sebuah survei di Jepang terhadap pasien yang telah menjalani operasi untuk kanker perut, juga ditemukan bahwa makan terlalu banyak dan tidak banyak bergerak tanpa olahraga merupakan hal yang umum terjadi. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu Anda menyingkirkan “penyakit kursi” Tips pertama: Berdirilah di tempat kerja Berdiri adalah “olahraga” yang baik. Berdiri memperbaiki postur tubuh, mengurangi sakit punggung, meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan merangsang imajinasi dan kreativitas. Trik kedua: setiap jam, bangun dan berjalanlah. Sulit untuk mempertahankan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk waktu yang lama, dan berdiri setelah 50 hingga 60 menit bekerja selama 5 hingga 10 menit tidak hanya dapat membantu kesehatan Anda, tetapi juga secara efektif menghilangkan stres kerja. Jadi, ingatlah untuk menuangkan segelas air, pergi ke toilet, atau menuruni tangga secara teratur. Tips 3: Ganti kursi Anda Duduklah di atas benda yang tidak stabil, seperti bola latihan atau bangku tanpa sandaran, untuk memaksa otot-otot inti Anda bekerja. Duduklah dengan tegak dan jaga agar kaki Anda tetap rata di depan Anda sehingga dapat menopang 1/4 berat badan Anda. Tip 4: Jika Anda harus duduk dalam waktu lama Jika Anda harus duduk dalam waktu lama, cobalah duduk dengan posisi yang benar. Pertama, pastikan Anda duduk dengan tegak dan tidak condong ke depan; tekuk siku Anda pada 90 derajat; jaga agar kaki Anda tetap rata di lantai; rilekskan bahu Anda; jaga agar lengan Anda tetap dekat dengan sisi tubuh Anda; dan topang punggung Anda dengan bersandar pada sandaran kursi sebanyak mungkin.