Panduan rehabilitasi penyakit jantung koroner

Bimbingan psikologis Penyakit jantung koroner adalah penyakit psikosomatis, perawatan psikologis itu sendiri merupakan tindakan terapeutik, kepribadian tipe A merupakan faktor yang rentan terhadap penyakit jantung koroner: kinerja utama adalah kompetitif, emosional, keras kepala, ingin mencapai, mudah cemas dan gugup, durasi penyakit yang lama dan serangan berulang menyebabkan sebagian besar pasien memiliki berbagai tingkat ketakutan dan kecemasan serta depresi dan psikologis lainnya. Panduan diet 1, kontrol diet: menurunkan kolesterol dan trigliserida adalah panduan untuk mengontrol diet, menjaga berat badan normal adalah salah satu langkah yang efektif. Pasien harus diinstruksikan untuk makan makanan yang ringan dan bergizi yang rendah lemak dan kolesterol, rendah gula, tinggi vitamin, tinggi protein nabati dan tinggi serat. Seperti susu, daging tanpa lemak, ikan, produk kedelai, dll., Gandum, soba, jagung dan biji-bijian kaya serat kasar lainnya, sering makan jamur, bawang merah, jamur, rumput laut, dll., Meningkatkan asupan sayuran, makan lebih sedikit atau tidak ada makanan yang mengandung asam lemak jenuh tinggi dan kolesterol, seperti lemak hewani, jeroan hewani, kuning telur, daging berlemak, bunga pinus, dll., Orang gemuk mengontrol asupan lemak yang menyumbang 20% – 25% dari total kalori atau kurang. Pengobatan Tiongkok percaya bahwa pasien dengan penyakit jantung koroner dapat makan lebih banyak melon musim dingin, lobak, ikan mas, tahu, madu, hawthorn, dll. Selain itu, biji-bijian kasar, sayuran, buah-buahan dan makanan lain yang mengandung serat tinggi dapat meningkatkan gerak peristaltik usus untuk membantu pencernaan, makan lebih sedikit atau tidak ada sukrosa, glukosa, lebih sedikit garam, sering makan pisang atau segelas air madu di pagi hari untuk mencegah sembelit. 2, jumlah kontrol diet: menganjurkan tidak terlalu kenyang, sejumlah kecil makanan, 5-6 kali makan per hari, setiap kali makan 80% kenyang sudah sesuai. 3, anggur dan teh: alkohol meningkatkan jumlah konsumsi jantung, menyebabkan peningkatan beban jantung, menginduksi aritmia, selain tidak mendorong peningkatan protein serum memperburuk penyakit jantung koroner sehingga karena larangan minum, teh memiliki teofilin, vitamin C dan asam pelana, teofilin menyerap lemak, mengurangi penyerapan lemak di usus, membantu pencernaan, Anda bisa minum teh ringan. Ketiga, panduan gaya hidup 1, mengontrol berat badan: obesitas sentral (nilai pinggang dan pinggul pria> 1,0, wanita> 0,85) adalah yang paling berbahaya, ubah gaya hidup yang buruk, kuncinya adalah membatasi kalori, alkohol, lemak, gula. 2, memperkuat latihan fisik: olahraga yang tepat bermanfaat untuk pencegahan primer dan sekunder penyakit jantung, seperti bermain Tai Chi, jogging, berjalan kaki, memperhatikan intensitas, frekuensi dan waktu latihan, mengikuti prinsip tertib, sedang dan konstan, waktu harus di sore atau malam hari, frekuensi 3-5 kali seminggu, 20-30 menit setiap kali, intensitas umumnya 50 hingga 70% dari maksimum Denyut jantung atau 40-60% dari kapasitas paru-paru maksimum atau sejauh Anda tidak merasa lelah. Olahraga tidak dianjurkan sebelum atau sesudah minum, pada hari berawan, dalam cuaca panas, lembab atau dingin, dan harus dihentikan jika ada ketidaknyamanan. 3, kehidupan sehari-hari: kehidupan sehari-hari harus teratur, tidur yang cukup, tidak lapar, makan kenyang atau setelah berolahraga, mandi harus ditemani seseorang tidak boleh terlalu lama, suhu air tidak boleh dingin atau panas, air hangat terbaik untuk membasuh wajah di musim dingin, dengan perubahan iklim untuk menambah atau mengurangi pakaian, kembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur, hindari tindakan yang terlalu cepat atau paksa. 4, berhenti merokok, merokok menyebabkan penyempitan mikrovaskuler, memicu angina atau kematian mendadak. 5 . Kembangkan kesenangan dalam hidup: kaligrafi, lukisan, catur, tai chi. 6 . Pengaturan waktu kerja dan istirahat yang wajar: hidup teratur, hidup santai, tidur yang cukup, tidur telentang atau miring ke kanan, larang posisi tengkurap atau miring ke kiri. 4. Pengetahuan tentang pengobatan 1. Minum obat dalam jangka waktu yang lama sesuai resep dokter, jangan menambah atau mengurangi sesuka hati, jangan sampai terlewat atau berhenti meminumnya, dan minum obat khusus dalam jangka waktu yang lama seperti digoxin dan betalac. 2. Bawalah obat rutin dan obat darurat Anda. Olahraga selama masa rehabilitasi penyakit jantung koroner terutama latihan ketahanan (latihan aerobik), olahraga intensitas rendah sampai sedang tidak kalah pentingnya dengan olahraga intensitas tinggi dalam meningkatkan fungsi jantung. Cara yang benar adalah dengan meningkatkan volume dan intensitas olahraga secara bertahap, durasi olahraga sebaiknya 15 sampai 45 menit, umumnya 30 menit, dan intensitas serta durasi olahraga harus menentukan jumlah olahraga.