Aktivitas fisik yang tepat (termasuk aktivitas fisik dan kerja fisik) dapat meningkatkan kebugaran dan pencegahan penyakit serta memperpanjang usia; sementara orang yang kurang aktivitas fisik umumnya lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit. Hal ini sudah menjadi pengetahuan umum. Jadi, apa hubungan antara aktivitas fisik dan penyakit jantung koroner? Penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit jantung koroner 2,5-4 kali lebih tinggi pada orang yang kurang aktif secara fisik dibandingkan dengan mereka yang berolahraga secara teratur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program olahraga yang lebih lama dan lebih moderat (seperti berjalan kaki, jogging, dll.), dapat secara signifikan menurunkan kadar kolesterol darah; sedangkan program olahraga yang singkat, intensitasnya lebih berat (seperti tinju, gulat, dll.) tidak memberikan efek yang nyata terhadap lipid darah. Alasan mengapa aktivitas fisik yang tepat dapat menurunkan lipid darah dan mencegah aterosklerosis adalah: 1. Aktivitas fisik yang tepat dapat meningkatkan fungsi metabolisme lipid tubuh. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membuat kadar plasma high-density lipoprotein (lipoprotein anti aterosklerosis) meningkat, kadar plasma very low-density lipoprotein, kadar plasma low-density lipoprotein (kedua lipoprotein penyebab aterosklerosis) menurun, sehingga kemungkinan kecil terjadi aterosklerosis; dan jarang berolahraga justru sebaliknya, kadar plasma very low-density lipoprotein, kadar plasma low-density lipoprotein meningkat, dan kadar plasma high-density lipoprotein menurun. Tingkat lipoprotein densitas sangat rendah plasma dan lipoprotein densitas rendah meningkat, sedangkan tingkat lipoprotein densitas tinggi menurun, yang lebih rentan terhadap aterosklerosis. 2, aktivitas fisik yang tepat dapat mengkonsumsi kalori berlebih, untuk menghindari kalori yang berlebihan menjadi lemak, sehingga mengurangi lemak darah. Pengurangan lemak darah dapat meningkatkan aktivitas pelarutan fibrin dalam darah, dan mencegah agregasi trombosit dan pembentukan trombus. 3, aktivitas fisik yang tepat membantu menurunkan tekanan darah, sehingga aktivitas adrenalin berkurang, mengurangi terjadinya aritmia yang serius, sehingga kemungkinan kematian mendadak akibat fibrilasi ventrikel berkurang. 4, aktivitas fisik yang tepat juga dapat membuat ekspansi mikrovaskuler, membantu membentuk cabang arteri koroner kiri dan kanan di antara sirkulasi kolateral. Hal ini meningkatkan kemampuan sistem koroner untuk mengimbangi lesi koroner. Oleh karena itu, untuk mengurangi atau mencegah terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, pekerja non-fisik, terutama mereka yang terlibat dalam pekerjaan mental, harus sering berpartisipasi dalam pekerjaan fisik dan latihan fisik. Bagi orang yang terlibat dalam pekerjaan mental, aktivitas fisik yang tepat tidak hanya memiliki efek di atas, tetapi juga membantu mengurangi stres mental, mengendurkan saraf, dan memulihkan diri dari kelelahan.