Apa yang harus dilakukan jika fraktur tibialis masih terasa nyeri setelah tiga bulan?

Fraktur dataran tinggi tibialis yang masih terasa nyeri tiga bulan kemudian dapat disebabkan oleh faktor fisiologis seperti penyembuhan yang lambat, atau faktor patologis seperti perlengketan atau peradangan lokal atau malunion atau non-union. Sesuai dengan situasi spesifik, pilihlah perawatan umum, terapi fisik, perawatan obat atau perawatan bedah.
1. Faktor fisiologis: Ketika fraktur dataran tinggi tibialis berusia tiga bulan, keropeng tulang masih dalam tahap pembentukan dan belum sembuh total, yang merupakan hal yang normal, dan masih akan terasa nyeri saat menahan beban. Sebaiknya terus memberikan kruk yang tetap dan tepat, penggunaan kapsul tulang kesturi dan obat lain untuk mempercepat penyembuhan patah tulang.
2. Perlekatan jaringan lunak atau peradangan: otot, tendon dan jaringan lunak lainnya di sekitar lokasi patah tulang dapat melekat pada peradangan aseptik yang menyebabkan pembengkakan lokal, sehingga menimbulkan rasa sakit. Obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi seperti Celecoxib dapat digunakan, dan pada saat yang sama, minyak dapat digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah di area yang bengkak.
3. Fraktur tidak menyatu atau tidak sejajar: Jika tidak ada pertumbuhan keropeng tulang yang jelas setelah tiga bulan fraktur dataran tinggi tibialis, atau kedua ujung fraktur tidak sejajar, maka diperlukan operasi ulang atau implantasi bedah.
Fraktur dataran tinggi tibialis tiga bulan kemudian masih terasa sakit harus konsultasi tepat waktu, agar tidak menunda kondisi tersebut, jangan melakukan pengobatan sendiri secara membabi buta.