Bagaimana kanker kerongkongan disebabkan

Etiologi kanker esofagus belum sepenuhnya jelas, tetapi faktor-faktor berikut ini terkait dengan perkembangan kanker esofagus: 1. Nitrosamin dan jamur Nitrosamin sangat karsinogenik, yang dapat membuat epitel esofagus mengalami perubahan proliferasi, berangsur-angsur memburuk, dan akhirnya berkembang menjadi kanker. Beberapa jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit, mendorong pembentukan amina sekunder, sehingga amina sekunder menjadi 50 sampai 100 kali lebih tinggi dari sebelum berjamur. Beberapa jamur juga dapat mensintesis nitrosamin. 2. Kerentanan faktor genetik dan populasi genetik terkait dengan faktor keturunan dan kondisi lingkungan. Kanker esofagus memiliki fenomena agregasi keluarga yang lebih signifikan, dengan riwayat keluarga positif 60% kanker esofagus di Kabupaten Linxian, Provinsi Henan, dan peningkatan yang signifikan dalam jumlah autosom dan kelainan struktural pada keluarga dengan insiden kanker esofagus yang tinggi. Terjadinya kanker esofagus dapat melibatkan aktivasi beberapa onkogen (misalnya C-myc, EGFr, dll.) dan inaktivasi onkogen (misalnya P53). 3 . Malnutrisi dan kekurangan mikronutrien di daerah prevalensi tinggi kanker kerongkongan di Asia dan Afrika menemukan bahwa sebagian besar penduduk kekurangan protein hewani dan vitamin dalam makanan, kekurangan vitamin B2 dan hiperplasia epitel, vitamin C dapat menghalangi peran nitrosamin. Unsur-unsur jejak dalam makanan, seperti tembaga, mangan, besi, kandungan seng rendah, yang juga terkait dengan terjadinya kanker esofagus. Kebiasaan pola makan pasien kanker esofagus berkaitan dengan makan makanan yang kasar, makan terlalu panas, terlalu cepat, karena faktor-faktor ini menyebabkan kerusakan epitel esofagus dan meningkatkan kerentanan terhadap karsinogen. Angka kejadian kanker esofagus pada peminum alkohol jangka panjang dan perokok secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan bukan peminum alkohol dan bukan perokok. Faktor lain: peradangan kronis, cedera mukosa dan stimulasi kronis pada esofagus juga terkait dengan perkembangan kanker esofagus, seperti cedera korosif esofagus, radang esofagus kronis, akalasia pankreas dan refluks gastroesofagus yang disebabkan oleh esofagus Barrett (displasia sel kolumnar mukosa esofagus), dan lain-lain, yang semuanya berisiko mengalami perubahan menjadi kanker.