Kejang-kejang, umumnya dikenal sebagai “konvulsi”, ditandai dengan hilangnya kesadaran, sebagian besar disertai dengan mata berputar, menyipitkan mata, mulut berbusa, tonisitas otot wajah dan anggota badan, dan wajah abu-abu kehijauan hingga penjepit ungu di bibir. Kejang bisa berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit dan bisa mengancam jiwa jika tidak dihentikan tepat waktu. Penting untuk tidak terlalu stres ketika seorang anak mengalami kejang kejang di rumah, karena hal ini hanya akan menunda kondisi tersebut. Segera masukkan saputangan yang dililitkan di sekitar gagang sendok aluminium di antara gigi seri bawah dan atas untuk menghindari gigitan lidah. Berbaring datar dengan kepala di satu sisi sehingga sekresi mulut dapat mengalir keluar dengan mudah. Menyerap air. Setelah kejang-kejang berhenti dan pasien sadar, berikan cairan atau semi-cairan yang sesuai. Jaga agar ruangan tetap tenang dan jangan memanggil dengan keras untuk mengurangi stimulasi yang tidak perlu. Jika perlu, titik akupunktur seperti Renzhong dan Hegu. untuk merangsang kesadaran mereka. Catat secara rinci waktu terjadinya dan durasi kejang-kejang, lokasi kejang-kejang, dan apakah orang tersebut mengompol, dan berikan penjelasan rinci kepada dokter saat mencari pertolongan medis. Hal ini akan memungkinkan dokter untuk membuat rujukan ke diagnosis. Tentu saja, penting juga untuk memilih rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perhatian medis yang tepat waktu.