Penyakit refluks gastro-esofagus (GERD) adalah kondisi klinis yang umum terjadi, di mana isi lambung dan duodenum mengalami refluks ke kerongkongan yang menyebabkan gejala-gejala seperti naiknya asam lambung, nyeri ulu hati, dan kerusakan mukosa kerongkongan, serta kerusakan jaringan di luar kerongkongan, seperti orofaring, laring, dan saluran napas. Penyakit ini lebih sering terjadi di negara-negara Barat, dengan prevalensi 10-20%. Prevalensi GERD di Cina adalah 5,77%, dan di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai dan Xi’an, prevalensinya dapat mencapai 16,98%, yang lebih rendah daripada negara-negara Eropa dan Amerika. Penyakit refluks gastro-esofagus adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh berbagai faktor, adanya asam atau zat berbahaya lainnya seperti monoacid, enzim pankreas, dll. Dalam keadaan normal, kerongkongan memiliki fungsi pertahanan terhadap invasi asam lambung dan isi duodenum, termasuk penghalang anti-refluks, fungsi pembentukan kerongkongan, dan resistensi jaringan mukosa kerongkongan. Perkembangan GERD adalah hasil dari penurunan mekanisme pertahanan anti-refluks dan serangan refluks pada mukosa esofagus.