Apakah Skoliosis Cocok untuk Berolahraga

Olahraga cocok untuk pasien dengan skoliosis, tetapi remaja dan orang dewasa dengan skoliosis memiliki tindakan pencegahan yang berbeda selama berolahraga dan harus memperhatikan cara dan intensitas olahraga. Pasien dengan skoliosis yang parah harus berolahraga di bawah bimbingan seorang profesional medis.
Karena remaja masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, ada risiko yang lebih besar untuk skoliosis berkembang dan memburuk setelah diagnosis, dan tujuan utama dari olahraga adalah untuk mencegah perburukan skoliosis lebih lanjut. Disarankan agar remaja dengan skoliosis memilih olahraga yang simetris bilateral, seperti bersepeda, berlari dan berenang, bila memungkinkan.
Sebaliknya, orang dewasa, yang tulangnya telah terbentuk, harus lebih memperhatikan penguatan fleksibilitas dan stabilitas tulang belakang setelah didiagnosis skoliosis, untuk mencegah gejala-gejala seperti nyeri punggung bawah dan herniasi diskus lumbal. Selain latihan simetris seperti berlari dan berenang, latihan peregangan dapat dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang.
Ketika berolahraga, pasien skoliosis harus berhati-hati untuk menghindari gerakan tekanan ke bawah yang menahan beban anggota tubuh bagian atas, agar tidak memperberat beban tulang belakang. Ketika rasa sakit muncul saat berolahraga, harus segera dihentikan, dan jika tidak dapat dihilangkan, pasien harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi.