Sekitar satu dekade yang lalu, kanker merupakan ‘kejahatan’ yang relatif jauh, namun saat ini, meningkatnya insiden penyakit ini menjadi perhatian. Meskipun teknologi medis yang semakin maju telah membuat kanker tidak lagi berkorelasi langsung dengan kematian, masih banyak orang yang “takut” terhadap kanker. Haruskah pasien kanker menjalani operasi? Bagi mereka yang cukup malang karena menderita kanker, mereka sering kali harus menghadapi pertanyaan, “Haruskah mereka menjalani operasi atau perawatan konservatif?” Meskipun dokter dapat memberikan beberapa saran profesional, bagi pasien dan keluarganya, menjawab pertanyaan ini mungkin melibatkan lebih banyak pertimbangan faktor-faktor lain, dan bagi masyarakat umum yang memiliki sedikit pengetahuan medis, hal ini seperti mengambil taruhan yang tidak pasti. Para ahli: Tergantung pada kondisi pasien Bertahun-tahun yang lalu, ketika timbulnya kanker merupakan peristiwa dengan probabilitas yang kecil, pemahaman tentang kanker adalah bahwa kanker harus diberantas. Namun, dengan kemajuan pengobatan dan meningkatnya insiden kanker, semakin banyak orang yang menyadari bahwa mengangkat bagian yang terkena kanker bukan lagi satu-satunya cara, dan dalam banyak kasus, terutama pada kanker stadium menengah dan lanjut, bahkan kondisinya akan memburuk segera setelah pembedahan dilakukan. Sebaliknya, pengobatan konservatif yang tidak melibatkan banyak usaha dapat menjamin kualitas hidup pasien sampai batas tertentu dan untuk jangka waktu tertentu. Hubungan antara seseorang dan massa kanker tidak harus menjadi hubungan antara kematian dan kematian, tetapi bahkan dapat hidup berdampingan secara damai untuk jangka waktu yang lama, dan ini telah menjadi konsensus profesi medis dan secara bertahap diterima oleh masyarakat umum. Selain itu, ada kanker yang tidak cocok untuk pembedahan dan radioterapi atau kemoterapi mungkin lebih efektif; ada kanker yang kondisi fisik pasiennya tidak cocok untuk pembedahan, dan jika pembedahan tetap dipaksakan, hal ini dapat memperburuk kondisi. Kemudian, muncullah berbagai teknik pengobatan canggih, yang juga menawarkan lebih banyak pilihan untuk kanker. Namun, pendapat para ahli terkadang terbagi. Ahli bedah cenderung memilih perawatan bedah, sementara dokter medis dan ahli herbal cenderung menganjurkan perawatan konservatif, yang sering kali membuat pasien merasa bingung. Namun, untuk beberapa penyakit dengan ciri-ciri yang khas, komunitas medis arus utama masih memiliki pandangan yang relatif seragam: misalnya, tumor paru-paru dengan ukuran yang sama lebih tidak cocok untuk dioperasi jika berada di tengah tubuh daripada jika terletak sedikit lebih jauh, dan pembedahan bahkan kurang cocok untuk orang tua dan orang yang lemah, serta bagi mereka yang memiliki penyakit lain. Sebagai contoh, untuk tumor hati kecil yang berdiameter kurang dari tiga sentimeter, pembedahan umumnya direkomendasikan karena peluang kesembuhan yang tinggi, sedangkan untuk tumor yang berdiameter lebih besar dari 5 sentimeter, beberapa dokter meyakini bahwa manfaat pembedahan tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan.