Keseluruhan proses perawatan ortodontik untuk mulut cembung biasanya melibatkan foto dan rontgen, pembuatan cetakan, perencanaan ortodontik, perawatan, dan janji temu lanjutan.
1. Foto dan Rontgen: Biasanya sebelum perawatan ortodontik, foto-foto wajah dan rahang pasien diambil agar dapat dilakukan perbandingan antara setelah perawatan dan sebelum perawatan. Sebelum perawatan, dokter perlu melakukan pemeriksaan sinar-X pada pasien untuk mengetahui posisi gigi dan tulang secara akurat, serta untuk memahami perkembangan gigi dan tulang.
2. Pembuatan cetakan: Umumnya, perekat yang dapat diatur dengan cepat dioleskan ke gigi dan dilepas setelah menggigit selama sekitar 1 ~ 2 menit untuk membentuk model gigi.
3. Perumusan rencana ortodontik: Berdasarkan foto, sinar-X dan model gigi, dokter secara ilmiah mendiagnosa jenis ketidaksejajaran melalui pengukuran dan perhitungan, dan merumuskan rencana perawatan yang sesuai untuk pasien.
4. Perawatan: Umumnya, perawatan dilakukan sesuai dengan rencana ortodontik, dan ada dua jenis perawatan ortodontik: ortodontik murni dan ortodontik gabungan dan ortognatik.
5. Tindak lanjut: Dalam proses perawatan ortodontik, pasien biasanya melakukan kunjungan tindak lanjut sebulan sekali atau lebih. Jika kawat gigi ortodontik lepas atau gejala-gejala ketidaknyamanan lainnya, lakukanlah kunjungan tindak lanjut kapan saja.
Disarankan agar pasien yang memiliki gejala cembung pada mulut harus secara aktif mencari perawatan medis dan melakukan perawatan yang relevan di bawah bimbingan dokter profesional.