Jenis-jenis penyakit sindrom iritasi usus besar adalah diare, sembelit, campuran, dan tidak menentu.
1. Jenis diare: sering dimanifestasikan sebagai buang air besar yang cepat, dengan tinja seperti pasta atau encer, biasanya sekitar 3 hingga 5 kali sehari, dan beberapa episode yang parah dapat terjadi lebih dari sepuluh kali, yang dapat disertai lendir, tetapi tanpa nanah dan darah.
2. Tipe sembelit: sering terjadi kesulitan buang air besar, tinja kering dan jumlahnya sedikit, berupa kotoran domba atau batang tipis, dengan lendir di permukaannya, sering disertai perut kembung dan perasaan tidak bersih saat buang air besar.
3. Jenis campuran: sering bermanifestasi sebagai bergantian antara perut dan sembelit.
4. Tipe tak tentu: tinja pasien bersifat tak tentu, yang mungkin seperti pasta, atau encer, encer, lendir, dll. Pasien sejalan dengan sindrom iritasi usus besar. Pasien memenuhi kriteria diagnostik sindrom iritasi usus besar, dan kebiasaan buang air besarnya tidak memenuhi salah satu dari ketiga jenis yang disebutkan di atas.
Ketika sindrom iritasi usus besar menyerang, disarankan untuk berkonsultasi dengan departemen gastroenterologi di rumah sakit biasa untuk mengklarifikasi kondisinya dan secara aktif mengobatinya.