Afasia terutama bermanifestasi dalam enam cara: bicara spontan, menceritakan kembali, menamai, mendengarkan, membaca, dan menulis. 1. Bicara spontan: beberapa di antaranya mudah, dengan banyak kata, kadang-kadang menyembur, dengan banyak salah eja, karena banyak salah eja, kata-kata kosong dan kurangnya kosakata substantif, tetapi tidak dapat mengekspresikan maknanya; beberapa di antaranya adalah bahasa lisan afasia yang tidak lancar: tidak lancar, dengan jumlah kata yang sedikit, kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, ucapan yang tidak jelas, dan dalam beberapa kasus, kata-kata yang bisu, tidak ada pelafalan atau hanya dapat mengucapkan bunyi satu kata, dan menggunakan kata-kata kunci untuk mengekspresikan maknanya. 2. Gangguan pengulangan: ketidakmampuan untuk mengulang kata-kata pemeriksa, yang dimanifestasikan dengan tidak responsif, ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau hanya mengeluarkan bahasa stereotip, penghilangan isi pengulangan, atau pengulangan yang salah, pengulangan. 3. Gangguan penamaan: tidak dapat menyebutkan nama benda, atau lupa arti kata, dibagi menjadi ketidakmampuan penamaan ekspresi, ketidakmampuan penamaan pilihan kata, ketidakmampuan penamaan leksikal. 4. Gangguan pemahaman mendengarkan: sangat umum terjadi dan mengacu pada ketidakmampuan untuk memahami ucapan orang lain, dalam kasus ringan, pasien dapat memahami frasa dan kalimat pendek, dan ketika pertanyaan diajukan terlalu cepat atau isinya rumit, sulit untuk dipahami, dalam kasus berat, pasien tidak dapat memahami pertanyaan sama sekali, dan jawabannya tidak sesuai dengan yang ditanyakan. 5. Disleksia: pasien dapat melihat kata-kata tetapi tidak dapat membacanya, dibagi menjadi disleksia lobus oksipital, disleksia lobus frontal, dan disleksia lobus parietal. 6. Disgrafia: kata-kata tidak berbentuk dan terdapat kesalahan pengejaan. Pada kasus ringan, menulis lambat, dengan sesekali terjadi salah eja atau penghilangan kata. Pada kasus yang parah, pasien tidak dapat menyalin dan mendikte, serta menulis dengan tidak benar. Disarankan bahwa ketika pasien afasia, mereka harus segera pergi ke rumah sakit biasa untuk perawatan agar tidak melewatkan kondisi tersebut.