Hematoma intraserebral adalah hematoma yang terbentuk akibat perdarahan di parenkim otak dan dapat terjadi di mana saja di otak yang kering. Mereka paling sering terjadi pada lobus frontal dan temporal, diikuti oleh lobus parietal dan oksipital. Sisanya berada di ganglia basal, batang otak dan otak kecil. 1. Mekanisme cedera Hematuroma intraserebral traumatik sebagian besar disebabkan oleh cedera tengkorak landak, dan mekanisme pembentukannya mirip dengan mekanisme memar otak landak. Oleh karena itu, ini terjadi terutama di lobus frontal dan temporal, terhitung 80% hingga 90% dari total. 10% hingga 20% dari hematoma parietal atau oksipital disebabkan oleh cedera benturan atau patah tulang yang tertekan sebagai akibat langsung dari kekerasan. Sejumlah kecil dapat disebabkan oleh hematoma otak dalam atau hematoma batang otak yang disebabkan oleh gaya geser geser di dalam otak. 30% pasien mungkin memiliki beberapa hematoma intraserebral. Tiga puluh hingga 60% dari semua pasien dengan hematoma intraserebral memiliki hematoma ekstraserebral. Manifestasi klinis hematoma intraserebral bervariasi sesuai dengan lokasi, ukuran dan laju perkembangan hematoma dan edema jaringan otak di sekitarnya. Hematoma yang terletak di lobus frontal dan temporal umumnya tidak memiliki gejala fokal, kecuali peningkatan tekanan intrakranial. Jika hematoma terletak di area fungsional, gejala seperti hemiparesis, afasia dan epilepsi fokal dapat terjadi. CT scan darurat dapat memperjelas diagnosis. Hematoma intraserebral akut umumnya tampak pada CT sebagai massa dengan kepadatan tinggi yang dikelilingi oleh pita edema dengan kepadatan rendah. Namun, pada beberapa pasien dengan hematoma intraserebral tertunda, densitas CT menunjukkan penurunan secara bertahap seiring waktu, sehingga kejadian hematoma tertunda harus diwaspadai. Pemeriksaan CT harus dilakukan bila diperlukan. 4. Pengobatan dan prognosis Pasien dengan hematoma intraserebral yang mengalami penurunan kesadaran, gejala fokal, dan pergeseran garis tengah (>1 cm) pada CT harus segera dioperasi untuk mengangkat hematoma. Selain mengangkat hematoma intraserebral, pembedahan? Gabungan antara hematoma ekstraserebral dan memar otak harus diangkat bersamaan. Pada kasus herniasi otak yang sudah ada sebelumnya, flap tulang dapat diangkat sebagaimana mestinya. Pada kasus memar otak ringan dan hematoma intraserebral kecil (20 mmHg), pembedahan biasanya diperlukan. SPECT pada 99mTc memiliki keunikan dalam memantau oedema jaringan otak setelah cedera otak traumatis. Area lokal perfusi masif pada SPECT sering kali mengindikasikan kerusakan. Perawatan bedah yang cepat dan dini pada pasien tersebut dianjurkan.