Abstrak: Tujuan utama dari tinjauan ini adalah untuk mendeskripsikan disosiasi terkait trauma dan perubahan kondisi kesadaran dalam kerangka model empat dimensi yang baru-baru ini diusulkan (Frewen & Lanius, 2015). Model ini mengkategorikan gejala psikopatologi terkait trauma sebagai berikut: i) terjadi pada kondisi terjaga; dan ii) bermanifestasi sebagai gejala disosiatif yang disertai dengan kondisi kesadaran yang berubah terkait trauma, yang terdiri dari empat dimensi: 1) temporal; 2) berpikir; 3) somatik; dan 4) afektif. Aplikasi klinis dan arah penelitian di masa depan yang terkait dengan setiap dimensi juga dibahas. Konseptualisasi kondisi kesadaran yang berubah terkait trauma dalam hal dimensi waktu, pemikiran, somatik, dan pengaruh melintasi sistem diagnostik yang berbeda, dan Bagian ini ditemukan dalam Manual Statistik Diagnostik (DSM) dan Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD) untuk gangguan yang berhubungan dengan trauma. Berdasarkan model estafet saat ini, model empat dimensi berfungsi sebagai kerangka kerja yang dapat memandu penelitian di masa depan tentang mekanisme disosiasi terkait trauma dari perspektif fenomenologis, neurobiologis, dan fisiologis. Kata kunci: disosiasi; kesadaran; persepsi endosensori; subtipe disosiatif; emosi; girus cingulate anterior, insula; gangguan stres pascatrauma yang kompleks