Bedah adalah departemen bedah di mana sebagian besar pasien dirawat karena penyakit mereka. Pemulihan luka pasca operasi adalah salah satu kunci pemulihan dari penyakit, dan luka yang salah dapat memperpanjang masa rawat inap di rumah sakit dan memengaruhi keseluruhan perawatan penyakit. Jadi, apa saja faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka? 1. Usia: Semakin tua usia Anda, semakin lambat penyembuhan luka Anda. 2. Nutrisi: Kekurangan protein, vitamin, dan elemen jejak akan memperlambat penyembuhan luka jika mereka tidak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk regenerasi jaringan. Elemen yang terkait dengan penyembuhan luka termasuk tembaga dan seng, serta vitamin seperti vitamin A, vitamin C dan vitamin E. Zat-zat ini biasanya tidak kekurangan dalam tubuh manusia normal. Namun, kebutuhan untuk penyembuhan luka jauh melebihi jumlah biasanya, ditambah dengan nafsu makan pasien yang buruk, makan lebih sedikit, juga dapat menyebabkan kelebihan pasokan. 3, Infeksi: Ketika luka terinfeksi, ada banyak eksudat, yang dapat menyebabkan luka penyembuhan atau luka yang telah dijahit terbelah, atau menyebabkan infeksi menyebar dan memperparah kerusakan. 4, sirkulasi darah lokal: sirkulasi darah lokal di satu sisi untuk memastikan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk regenerasi jaringan, di sisi lain, penyerapan bahan nekrotik dan pengendalian infeksi lokal juga memainkan peran penting. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan sirkulasi darah melalui aktivitas moderat setelah operasi. 5, gula darah: pasien diabetes, darah mengandung lebih banyak gula, disertai dengan lesi pembuluh darah, akan mempengaruhi penyembuhan luka. 6, merokok: kombinasi karbon monoksida dan hemoglobin dalam sirkulasi darah perokok mengurangi kemampuan mengangkut oksigen, dan nikotin akan menyebabkan pembuluh darah di sekitarnya berkontraksi, mempengaruhi penyembuhan luka. 7, faktor psikologis: stres psikologis mempengaruhi fungsi sistem kekebalan neuroendokrin, memperlambat penyembuhan luka. 8, komplikasi pasca operasi: pembekuan darah, pneumonia, peritonitis, obstruksi usus pasca operasi dan komplikasi lainnya, berdampak langsung pada penyembuhan luka. 9, obat-obatan: Imunosupresan, agen sitostatik, antikoagulan hormonal memiliki dampak negatif langsung pada luka, menghambat proliferasi sel dan mempengaruhi perbaikan jaringan. Oleh karena itu, pasien pasca operasi harus menjaga luka mereka tetap bersih dan kering; turun dari tempat tidur lebih awal setelah operasi, bergerak secukupnya, hindari menarik atau meremas luka; makan makanan yang seimbang, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, hindari makanan yang berbulu dan pedas; hindari merokok dan alkohol; secara aktif mengobati dan mengontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi dan diabetes; pertahankan suasana hati yang rileks dan istirahat yang cukup; serta ikuti nasihat medis mengenai pengobatan. Jika terjadi kemerahan, bengkak, nyeri, kenaikan suhu atau ketidaknyamanan lainnya, segera dapatkan bantuan medis.