Akan ada perubahan tertentu pada tubuh setelah berhenti mengonsumsi alkohol: pertama, perubahan pada sistem pencernaan, karena penyalahgunaan alkohol dan minum alkohol dalam jangka waktu lama akan menyebabkan rangsangan tertentu pada hati dan selaput lendir saluran pencernaan, sehingga menyebabkan pencernaan dan penyerapan yang buruk. Oleh karena itu, fungsi pencernaan dan penyerapan akan pulih kembali setelah berhenti minum alkohol, dan tidak akan ada lagi gejala klinis seperti refluks asam lambung, mulas, mual, muntah, dan meludah air asam. Fungsi pencernaan dan penyerapan akan diperkuat setelah berhenti minum alkohol, dan akan terjadi peningkatan berat badan sementara dan perubahan fisik lainnya. Kedua, sistem peredaran darah akan berubah setelah berhenti minum alkohol, alkoholisme jangka panjang akan menyebabkan efek samping tertentu pada sistem kardiovaskular, yang mengakibatkan jantung karena iskemia arteri koroner dan kejang yang disebabkan oleh sesak dada, sesak napas, jantung berdebar, dan gejala lainnya. Oleh karena itu, setelah berhenti minum alkohol, sistem peredaran darah akan menunjukkan bahwa detak jantung menjadi normal, atau tubuh manusia tidak mengalami perubahan klinis yang jelas seperti sesak dada dan sesak napas setelah melakukan aktivitas fisik. Ketiga, sistem saraf akan tampak lebih stabil setelah berhenti minum alkohol, tremor tangan cenderung menghilang, dan tidur akan kembali normal.