Nodul hiperekoik berukuran 2,1 * 0,8 cm di area subkutan leher dengan batas yang jelas, bentuk yang teratur, dan sinyal aliran darah yang terlihat dapat berupa kista lokal, pembesaran kelenjar getah bening, atau lipoma. 1. Kista lokal: lesi seperti kista dapat terbentuk di jaringan lunak subkutan leher, seperti kista sebasea, dll. Jaringan kista sering kali memiliki selubung eksternal, dan pemeriksaan ultrasonografi dapat menunjukkan sinyal aliran darah internal. 2. Pembesaran kelenjar getah bening: jika organisme terinfeksi oleh bakteri atau virus dan patogen lainnya, jaringan kelenjar getah bening mungkin mengalami hiperplasia reaktif untuk membentuk pembesaran kelenjar getah bening dan limfadenitis, dan nodul hipoekoik lokal juga akan ditemukan dalam pemeriksaan, dan morfologinya relatif teratur. Hal ini juga dapat terjadi pada tahap awal metastasis limfatik tumor ganas ke kelenjar getah bening subkutan di leher. 3. Lipoma: Akibat penumpukan jaringan adiposa subkutan, terkadang lipoma akan terbentuk di leher subkutan, dan batas dengan jaringan di sekitarnya relatif jelas. Jika ditemukan nodul hipoekoik berukuran 2,1 * 0,8 cm di bawah kulit leher, dan jika batasnya jelas, morfologinya teratur, serta terdapat sinyal aliran darah, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin dan reseksi bedah dapat dipertimbangkan jika perlu.