Dalam sebuah studi baru, para peneliti mengamati bahan kimia bisphenol A (BPA) yang ditemukan di toko-toko, mesin kasir, cash point, atau jenis kuitansi yang serupa. BPA telah banyak digunakan dalam produksi plastik dan resin di masa lalu, dan saat ini digunakan pada tingkat yang lebih rendah karena masalah kesehatan, karena paparan BPA dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan kanker prostat dan payudara, karena dapat mengganggu kerja hormon tertentu. Oleh karena itu, Breast Cancer UK menyerukan larangan penggunaan BPA dalam kemasan makanan dan minuman. Para peneliti telah menemukan bahwa struk belanja yang mengandung BPA mencapai 50 hingga 95 persen dari total struk belanja di Prancis, Spanyol, dan Brasil. Struk ini dicetak di atas kertas termal, yang memiliki lapisan yang memanas dan bukan melabeli kertas dengan tinta. Petugas yang menangani struk belanja ditemukan memiliki kadar BPA yang lebih tinggi dalam urin mereka, mungkin karena penanganan struk belanja yang terus-menerus. Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan agar orang-orang membuang salinan tanda terima yang tidak diinginkan ke tempat sampah. Penelitian ini tidak terbatas pada geografi, jumlah sampel yang dikumpulkan sedikit, dan metode pengumpulannya tidak ditentukan, jadi kami tidak tahu apakah hasilnya benar-benar mewakili tingkat penggunaan BPA pada struk. Penggunaan BPA dan bahan kimia serupa pada struk belanja saat ini tersebar luas di Brasil, Prancis, dan Spanyol, dan tidak ada penelitian yang sesuai yang ditemukan di Tiongkok, sehingga hal ini tidak dapat dikonfirmasi. Bagi mereka yang lebih peduli, kita harus melipat struk ke dalam, jangan kusut atau memegangnya jika tidak perlu, jangan menyimpannya di saku atau dompet, simpan di kantong plastik jika diperlukan, dan buang jika tidak diperlukan.