Mononukleosis, atau mononukleosis infeksiosa, adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh EBV, terutama yang menyerang anak-anak dan remaja, dengan antibodi anti-EBV yang muncul di dalam tubuh setelah terinfeksi, dan merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. 1. Rute penularan utama mononukleosis menular adalah penularan melalui mulut ke mulut, ciri-ciri klinisnya antara lain demam, faringitis, pembesaran kelenjar getah bening hati dan limpa, hepatosplenomegali, ruam, dll. Terdapat peningkatan limfosit yang signifikan pada darah tepi dan munculnya limfosit yang tidak normal, serta hasil uji aglutinasi heterofilik serum positif. 2. Diagnosis mononukleosis infeksiosa dapat ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis dan pemeriksaan yang relevan (misalnya, peningkatan limfosit darah tepi yang nyata, limfosit abnormal, tes aglutinasi heterofilik serum positif, tes antibodi spesifik EBV). 3. Mononukleosis menular adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan prognosis yang baik. Pengobatannya meliputi penggunaan gammaglobulin dan obat antivirus, seperti asiklovir, gansiklovir, dan alfa-interferon, dan lain-lain, yang harus digunakan di bawah bimbingan dokter. Pasien dengan mononukleosis menular harus segera mencari pertolongan medis dan mengikuti saran medis.