Apa itu fobia sosial?

  Fobia sosial, juga dikenal sebagai gangguan kecemasan sosial, adalah suatu kondisi di mana individu mengalami ketakutan atau kecemasan yang signifikan ketika dihadapkan dengan diteliti atau diperhatikan oleh orang lain dalam situasi sosial, karena antisipasi atau ketakutan akan komentar negatif dari orang lain. Situasi dan skenario sosial ini meliputi: berbicara di depan umum (takut mengatakan hal yang salah, takut ditertawakan), pertunjukan di depan umum (takut membodohi diri sendiri, takut menjadi rendah diri), makan di depan umum (takut tidak senonoh), pesta (takut membodohi diri sendiri, takut berbicara, takut menjadi rendah diri), berkencan (takut ditolak, takut orang lain salah memahami diri sendiri), wawancara, dll.  Biasanya normal bagi pasien untuk mengalami kecemasan dan kegugupan dalam situasi sosial, tetapi reaksi pasien dengan fobia sosial sangat luar biasa. Pengalaman emosional seperti gugup, cemas, takut, malu, malu, dll. seringkali tidak koheren dan kosong, dan disertai dengan gejala disfungsi saraf tanaman yang jelas, seperti tersipu-sipu, panik, berkeringat, gemetar, gelisah dan menghindari kontak mata.  Mereka sangat terbebani oleh rasa takut dihakimi secara negatif atas apa yang mereka katakan atau lakukan, tidak melakukannya dengan baik, ditertawakan, dll. Mereka terbiasa membesar-besarkan konsekuensi negatif dari situasi sosial dan seringkali kemampuan mereka yang sebenarnya untuk tampil baik tidak diimbangi dengan kinerja mereka dan mereka tidak berfungsi.  Pasien biasanya mengalami kecemasan antisipatif, serta perilaku penghindaran, yang sering berlangsung selama lebih dari enam bulan dan memengaruhi perkembangan akademik dan profesional individu serta kehidupan pernikahan.

English Deutsch Français Español Português 日本語 Bahasa Indonesia Русский