1. Posisi tidur yang benar umumnya terlentang atau menyamping. Dalam posisi tengkurap, kepala dan leher berada dalam posisi yang sangat terpelintir ke satu sisi, dan leher berada dalam keadaan tegang, mudah menyebabkan ketegangan dan perubahan degeneratif pada otot leher, ligamen dan sendi, dll. Hal ini umumnya tidak cocok. 2, bantal yang tepat Bentuk dan tekstur bantal sangat relevan dengan kesehatan kepala dan leher. Bantal harus berupa bantal bundar yang lembut, yang ukurannya melebihi lebar bahu seseorang sebesar 10 hingga 20 cm, dan tingginya sedikit lebih tinggi dari tinggi kepalan tangan seseorang setelah dikompresi, sekitar 10 hingga 15 cm. Posisi bantal harus diletakkan di bagian belakang leher untuk memicu lekukan leher, jangan meletakkannya di bagian belakang bantal, agar tidak mengangkat kepala sehingga membuat otot leher kelelahan, kelengkungan leher meluruskan atau membalikkan. 3, memperbaiki postur tubuh yang buruk dan kebiasaan untuk mencegah postur tubuh tunggal yang langgeng, untuk menghindari kelelahan otot adalah prinsip utama. Posisi duduk dibagi menjadi dua jenis menurut kebutuhan dan posisi garis gravitasi tubuh bagian atas: posisi duduk posterior dan posisi duduk anterior. Ketika duduk dalam posisi posterior, garis gravitasi berada di belakang tuberositas skiatik, di mana punggung harus disandarkan, posisi duduk ini tidak mudah lelah, cocok untuk istirahat, tetapi tidak cocok untuk pekerjaan rawat jalan. Ketika duduk di posisi depan, bagian tubuh secara alami rileks, bagian dada batang tubuh condong ke depan sekitar 15 derajat, kepala dari batang tubuh condong ke depan 15 derajat, pinggang dengan ringan menempel pada sandaran kursi, lengan bawah di atas meja, posisi ini dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan rawat jalan, tetapi juga untuk mengurangi kelelahan. 4, duduk tidak boleh terlalu lama, lebih dari setengah jam sampai 1 jam untuk melakukan beberapa kegiatan Tersedia tangan tekan, dorong, uleni, arahkan jaringan lunak leher, lepaskan ketegangan otot atau kejang otot, dapat fokus pada melonggarkan bagian belakang kelompok otot leher. Atau silangkan jari-jari Anda, pegang bagian belakang leher Anda, pegang kepala dan leher Anda ke belakang dan dorong tangan Anda ke depan, dan ulangi latihan 30-50 kali setiap kali. Selain itu, Anda juga bisa terus mengubah posisi tubuh Anda. Jarak antara mata dan desktop sekitar 30 sentimeter saat Anda berada di tempat tidur, yang dapat mengurangi kelelahan. 5, latihan fungsional yang benar Latihan memiliki efek yang baik pada sistem otot rangka, dapat menunda degenerasi tulang, meningkatkan kelenturan dan kelenturan sendi, meningkatkan kontraksi otot, mengurangi timbulnya spondylosis serviks. Selain perawatan senam medis harian di bawah bimbingan staf medis, latihan di beberapa arah kepala dapat dilakukan, termasuk fleksi ke depan dan ekstensi ke belakang, rotasi kiri dan kanan, fleksi lateral kiri dan kanan, dan rotasi bulat dan bulat, dengan penekanan pada ekstensi ke belakang kepala dan rotasi kiri dan kanan. Hal ini bisa dilakukan 3 hingga 4 kali sehari. 10-15 menit setiap kali. Gerakannya harus lambat dan mantap, agar tidak menyebabkan rasa sakit yang jelas, dan harus dihentikan jika pusing dan panik terjadi. 6, berolahraga, memperkuat tubuh Olahraga dapat meningkatkan fungsi jantung, paru-paru, limpa, ginjal dan sistem saraf, dan meningkatkan metabolisme tulang. Penting untuk bersikeras melakukan senam medis untuk leher dan pijat diri. Traksi di rumah harus dilakukan di bawah bimbingan dokter. 7. Mediasi diet. Tingkatkan asupan kalsium, seperti produk susu, kacang-kacangan, ikan dan udang.