Sindrom skrotum merah adalah penyakit kronis yang penyebabnya masih belum diketahui, ditandai dengan eritema skrotum yang menetap disertai rasa sakit dan gatal. 1. Manifestasi klinis: penyakit ini paling sering terjadi pada pria lanjut usia, dengan eritema persisten pada skrotum, yang berbatas tegas dan memiliki warna yang bervariasi, serta dapat melibatkan akar penis. Pasien mungkin merasa gatal atau nyeri, dan pada kasus yang parah, pasien dapat menjadi sangat peka terhadap rasa sakit, yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, serta dapat disertai dengan dermatitis kontak dan selulitis. 2. Pemeriksaan: Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, yang didasarkan pada eritema yang mengalami vasodilatasi dengan baik, yang dapat disertai dengan rasa sakit, gatal, sensasi terbakar, dan sebagainya. 3. Pengobatan: Pengobatan umum adalah salep topikal seperti salep tacrolimus, dll. Tetrasiklin seperti doksisiklin juga dapat dikonsumsi, penyakit ini tidak sensitif terhadap antihistamin, obat antijamur, terapi glukokortikoid. Semua obat di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter. Untuk pasien yang dicurigai atau didiagnosis dengan sindrom skrotum merah, mereka harus segera pergi ke rumah sakit biasa dan dirawat di bawah bimbingan dokter profesional.