I. Konsep: Operasi bypass, seperti namanya, melibatkan pengambilan pembuluh darah pasien sendiri (arteri toraks internal, vena safena di tungkai bawah, dll.) dan menghubungkan ujung distal arteri koroner yang menyempit ke aorta, sehingga darah dapat melewati bagian yang menyempit dan mencapai area iskemik, meningkatkan suplai darah ke miokardium, dengan demikian mengurangi gejala angina, memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan kualitas hidup pasien, dan memperpanjang harapan hidup. Prosedur ini, yang juga dikenal sebagai pencangkokan bypass arteri koroner, menciptakan jalur yang tidak terhalang antara akar aorta yang terisi arteri dan miokardium yang mengalami iskemia, sehingga menciptakan gambaran “jembatan” di atas jantung, yang umumnya disebut sebagai “operasi bypass”. Operasi bypass arteri koroner adalah prosedur pembedahan yang dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung aterosklerosis untuk membangun kembali saluran aliran darah dan meningkatkan suplai darah ke miokardium untuk menghilangkan gejala dan memperpanjang usia. Pasien jantung koroner tidak efektif dengan perawatan medis konvensional sebelum operasi, secara emosional tidak stabil dan stres sehingga menyebabkan kejadian angina pektoris berulang. 3. Tindakan pencegahan sebelum operasi: 1. Jangan melakukan aktivitas berat. 2. Berhenti merokok, alkohol dan kebiasaan makan yang buruk. Pantau gula darah dan gula urin secara ketat pada pasien diabetes dan batasi diet berlemak. 3 . Melatih pernapasan dalam dan gerakan batuk yang efektif. Pasien dengan infeksi saluran pernapasan harus dirawat secara aktif. 4 . Menghirup oksigen aliran rendah dua kali sehari. 5 . Lakukan angiografi kardiovaskular untuk menusuk kulit lokal. Setelah prosedur, perhatian harus diberikan pada lokasi tusukan untuk perdarahan dan pembentukan hematoma, biasanya dengan kompresi gelang pergelangan tangan lokal selama 12 jam dan istirahat di tempat tidur selama 24 jam. 6 . Jaga agar perut tetap terbuka.