1. Apa yang dimaksud dengan kejang demam? Kejang demam, juga dikenal sebagai kejang demam, adalah salah satu jenis kejang yang paling umum pada anak-anak, yang sebagian besar memiliki prognosis yang baik. Diagnosis kejang demam kemudian dibuat. Penyebab kejang demam tidak sepenuhnya dipahami, tetapi di antara kondisi patogenik yang diketahui, usia, demam, infeksi dan genetika adalah penting. 2. Bagaimana orang tua dapat menangani kejang demam? Jika seorang anak mengalami kejang demam di rumah, orang tua tidak boleh panik, tempatkan anak dalam posisi menyamping yang datar untuk menghindari sesak napas akibat muntah, gunakan tisu atau handuk untuk menyeka sekresi, cubit titik Renzhong dan Hegu (lihat diagram untuk detailnya), dan berikan handuk untuk air hangat untuk mendinginkan tubuh. Jika kejang-kejang tidak sembuh dan terus berlanjut (lebih dari 5 menit atau bahkan lebih dari 30 menit tidak sadarkan diri), kirimkan pasien ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan resusitasi segera, termasuk oksigen, valium intravena untuk menghentikan kejang-kejang dan obat untuk menurunkan demam. Setelah kondisi stabil, elektroensefalogram, CT kranial atau MRI, biokimia darah dan tes lainnya harus dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain yang menyebabkan kejang-kejang. 3. Bagaimana orang tua dapat mencegah kejang demam? Ada dua aspek utama untuk mencegah kejang demam berulang, yang paling penting adalah bahwa orang tua perlu memberikan anak-anak mereka latihan yang tepat dan nutrisi yang memadai untuk meminimalkan atau menghindari penyakit demam akut dalam tahap kehidupan ini. Pengobatan profilaksis jangka pendek intermiten mencakup pemberian Valium dengan segera (baik secara oral atau rektal) pada tahap awal demam (ketika suhu 37,5°C), serta antipiretik dan pengobatan penyakit primer dengan segera dan penghentian obat antipiretik setelah suhu turun menjadi normal. Jika anak mengalami kejang demam yang kompleks, sering mengalami kejang demam (lebih dari 5 kali per tahun) atau jika kejang demamnya menetap dan penggunaan pengobatan jangka pendek intermiten tidak efektif, obat anti-epilepsi oral jangka panjang dapat digunakan untuk mengendalikan kejang dengan tujuan mencegah kejang demam, dengan pilihan fenobarbital atau natrium valproat.