Haruskah pasien kanker esofagus makan lebih banyak sayuran?

Ya, sayuran memiliki efek perlindungan terhadap kanker esofagus.

Pedoman diet merekomendasikan asupan sayuran harian sebanyak enam tael untuk satu pon dan asupan buah sekitar setengah pon. Satu studi menemukan bahwa pasien dengan kanker esofagus umumnya mengonsumsi lebih sedikit sayuran daripada kontrol sehat yang sesuai, dan bahwa asupan sayuran yang memadai mengurangi risiko kanker esofagus sebesar 54%. Efek perlindungan ini mungkin terutama terkait dengan adanya vitamin C, vitamin E, karotenoid, kalium dan magnesium dalam sayuran. Studi seluler dan hewan telah menunjukkan bahwa likopen dapat meningkatkan apoptosis dan menghambat invasi sel kanker esofagus melalui jalur pensinyalan seperti jalur pensinyalan MSK2 dan calmodulin. Likopen ditemukan dalam berbagai sayuran, dengan yang paling melimpah adalah sayuran silangan.

Semua jenis sayuran kaya akan serat dan vitamin. Menurut rekomendasi Pedoman Diet untuk Penduduk Tiongkok, dianjurkan untuk mengonsumsi 300-500 gram sayuran per hari, sebaiknya lebih dari lima jenis sayuran. Oleh karena itu, direkomendasikan bahwa pasien dengan kanker esofagus harus mengutamakan beberapa sayuran silangan sambil memastikan asupan sayuran. Sayuran silangan yang umum termasuk: kubis, kembang kol hijau, kubis Cina, bok choy, pemerkosaan, kangkung, buncis, lobak, arugula, sawi, kohlrabi, chard, dll.