Gejala Sindrom Koyanagi Harada

Sindrom Koyanagiharada mengacu pada penyakit eksudatif bilateral dengan ablasio retina, yang mengarah pada perkembangan uveitis, sehingga dinamakan sindrom serebritis uvea. Awal penyakit ini memiliki gejala pilek, yang dimanifestasikan oleh sakit kepala, pusing, demam, serta sakit dan nyeri secara umum, dan juga menyebabkan iritasi meningeal, yang dimanifestasikan oleh leher dan tonus. Hal ini juga memengaruhi pendengaran, dengan gejala gangguan pendengaran dan tinitus, dan pada kasus yang parah dapat memengaruhi kesadaran, yang menyebabkan kantuk dan koma. Perkembangan lebih lanjut dapat memengaruhi mata, yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara cepat, dengan oedema pada papila optik dan makula yang terlihat pada pemeriksaan, serta ablasio retina. Setelah sekitar enam bulan, peradangan pada mata dapat mereda, tetapi komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan kebutaan dapat terjadi.