Intervensi keluarga yang umum dilakukan untuk anak-anak dengan cedera otak

Cedera otak adalah serangkaian gejala klinis yang diakibatkan oleh kerusakan sel-sel jaringan otak, dan inisiasi intervensi dini atau terlambat untuk anak-anak dengan cedera otak adalah faktor terpenting yang mempengaruhi prognosis. Intervensi dini dan komprehensif adalah cara yang paling efektif untuk mengobati cedera otak. Cara utama intervensi adalah pengobatan, pelatihan fungsional dan fisioterapi. Pelatihan fungsional mencakup pelatihan profesional dan pelatihan di rumah. Pelatihan di rumah mudah, ekonomis, hemat waktu, hemat tenaga, dan dapat diandalkan. Ini adalah bagian penting dari intervensi dini untuk anak-anak dengan cedera otak, dan orang tua harus memberikan perhatian besar pada pelatihan di rumah untuk anak-anak mereka. Berikut ini adalah pengenalan metode intervensi dini keluarga yang efektif untuk cedera otak. 1, stimulasi visual: bayi yang baru lahir dapat mulai menggunakan gambar-gambar cerah, mainan, dan wajah orang tua yang tersenyum saat berbicara kepada mereka untuk membimbing mereka melihat ke segala arah, beberapa kali sehari, sekitar satu menit setiap kali. 2. Stimulasi pendengaran: Suara orang tua berbicara adalah stimulus pendengaran terbaik dan bayi harus diajak bicara dengan suara yang lebih keras beberapa kali sehari. Atau mainkan beberapa lagu anak-anak yang monoton dan cerah. Bagi mereka yang tidak merespon dengan baik terhadap orientasi pendengaran, tambahkan mainan yang keras atau botol plastik berisi kacang-kacangan untuk stimulasi suara. 3, stimulasi sensorik kulit: melalui sentuhan, sikat dan stimulasi kulit lainnya dapat meningkatkan pemulihan cedera otak. 4 . Stimulasi vestibular: berikan goyang, gemetar, berguling, dll. 5 . Pelatihan mengangkat kepala: posisi tengkurap, chiropraktik, dll. 6 . Latihan motorik: Gerakan pasif anggota tubuh anak melalui senam bayi untuk meningkatkan kekencangan otot. 7 . Pelatihan fungsi tangan: Pada usia 2 hingga 3 bulan, Anda harus mulai latihan menggenggam dan melepaskan tangan, secara bertahap meningkatkan jumlah mainan di dekat Anda, ibu jari dan telunjuk mencubit benda-benda kecil, dll. Anda dapat menggunakan mainan dan permainan untuk melakukannya. 8. Latihan duduk, berdiri, dan berjalan: Latihan ini harus dimulai tepat waktu sesuai dengan aturan perkembangan motorik yaitu duduk pada usia 6 bulan, berdiri pada usia 10 bulan, dan berjalan pada usia satu tahun. Pelatihan untuk duduk termasuk duduk bersandar pada dinding, duduk di atas piring, duduk lama, duduk tinggi, dll. Pelatihan untuk berdiri termasuk berdiri di dinding, berdiri di atas bingkai yang tetap, berdiri dengan memegang sebuah benda, berdiri dengan melangkah, berdiri dari posisi duduk di bangku, jongkok dan berdiri dengan satu kaki. Latihan berjalan termasuk berjalan di atas tiang, berjalan di atas bingkai, berjalan sendiri, dll. Tingkatkan latihan otot punggung bawah bagi mereka yang memiliki otot punggung yang lemah. Latihan di atas tidak dibatasi oleh waktu, ruang atau jumlah, tetapi harus dilakukan ketika anak terjaga.