Suara napas bronkoalveolar dapat didengar di area suara napas alveolar yang normal. Baik inspirasi maupun ekspirasi menjadi sulit dengan peningkatan resistensi jalan napas bagian bawah. Karena perluasan alveoli pada fase inspirasi, diameter jalan napas relatif besar, sehingga resistensi jalan napas pada fase inspirasi lebih kecil daripada fase ekspirasi, sehingga peningkatan resistensi jalan napas terutama dimanifestasikan dalam perpanjangan waktu ekspirasi. Kekuatan suara napas alveolar pada orang normal berhubungan dengan kedalaman pernapasan, elastisitas jaringan paru-paru, ketebalan dinding dada, serta usia dan jenis kelamin subjek. Apa saja pemeriksaan yang relevan untuk suara ekspirasi yang berkepanjangan? 1, pemeriksaan sinar-X: ekspansi thorax, pelebaran celah tulang rusuk, tulang rusuk paralel, penurunan aktivitas, penurunan dan perataan diafragma, peningkatan tembus pandang kedua bidang paru-paru. 2 . Elektrokardiografi: umumnya tidak ada kelainan, kadang-kadang bisa tegangan rendah. 3 . Tes fungsi pernapasan: penting untuk mendiagnosis emfisema obstruktif. 4 . Analisis gas darah: Jika ada retensi karbon dioksida hipoksia yang jelas, tekanan parsial oksigen darah arteri (PaO2) menurun, tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2) meningkat, dan mungkin ada asidosis respiratorik yang tidak terkompensasi dengan nilai pH yang menurun. 5 . Pemeriksaan darah dan dahak: umumnya tidak ada kelainan, dan bila ada infeksi sekunder, tampaknya merupakan manifestasi serangan akut bronkitis kronis.