Pasien dengan TMJ memiliki usia onset yang muda dan banyak yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman berkafein, termasuk teh dan minuman teh. Kafein memiliki efek stimulasi yang baik pada saraf, yang dapat menyegarkan pikiran dan meningkatkan efisiensi kerja mental. Namun, asupan kafein yang berlebihan dapat meningkatkan ketegangan otot, meningkatkan sensitivitas titik-titik pemicu pada otot-otot yang menyakitkan dan memperburuk gejala nyeri pasien. Studi terbaru juga menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 2 minuman berkarbonasi sehari juga dapat meningkatkan sensitivitas titik-titik pemicu di dalam otot, sehingga membuat otot yang sudah terasa nyeri menjadi lebih sensitif. Jadi, berapa banyak jumlah yang tepat untuk diminum? Penelitian telah mengamati bahwa konsumsi satu cangkir kopi atau satu botol minuman berkarbonasi per hari tidak memperburuk gejala pada pasien dengan gangguan TMJ. Untuk pasien yang mengonsumsi minuman kopi dan minuman berkarbonasi dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang lama, mereka perlu secara bertahap mengurangi asupannya dan mengubah kebiasaan makan mereka.