Bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu disebut bayi prematur, bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram (5 pon) disebut bayi berat lahir rendah, dan bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram disebut bayi berat lahir sangat rendah. Penyebab prematuritas termasuk gangguan pertumbuhan intrauterin, penyakit ibu, dan malnutrisi. Bayi dengan berat badan lahir rendah yang prematur memiliki peningkatan insiden keterlambatan motorik, keterlambatan bicara, keterbelakangan mental, gangguan defisit perhatian, dan gangguan lain karena perkembangan otak yang belum matang atau sangat tidak matang. Menurut literatur, sekitar 15% bayi prematur meninggal pada masa neonatal dan sekitar 8% dari mereka yang bertahan hidup mengalami keterbelakangan mental atau gejala sisa neurologis. Cerebral palsy menyumbang 47,4 persen dari kelahiran prematur. Penyebab utama kerusakan otak pada bayi prematur adalah kerapuhan area paraventrikular antara 26 dan 36 minggu, yang dapat menyebabkan kerusakan materi putih ketika suplai darah tidak memadai. Untuk mencegah terjadinya cerebral palsy dan mengurangi gejala cerebral palsy, Departemen Pediatri Perkembangan di rumah sakit kami telah berkolaborasi dengan Pusat Terapi Tottori di Jepang untuk melakukan perawatan perlindungan otak untuk bayi prematur, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Kegiatan edukasi dini dilakukan setelah kelahiran bayi baru lahir untuk memberikan informasi kepada orang tua mengenai perkembangan bayi baru lahir. 2. Kunjungan rutin ke departemen pediatri perkembangan kami (skrining perkembangan melalui skala sebulan sekali) untuk membandingkan indikator anak dengan indikator anak normal untuk penanganan yang tepat waktu. 3 . Stimulator inti parietal untuk meningkatkan sirkulasi darah ke otak. 4. Nutrisi sel saraf untuk meningkatkan perkembangan sel otak. 5 . Terapi perkembangan saraf untuk meningkatkan perkembangan fungsi motorik dan menyatukan refleks primitif. 6. Terapi oksigen hiperbarik untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen sel-sel otak.