Kami sering menemukan di klinik-klinik pria kami bahwa beberapa pasien cemas untuk mengetahui apakah mereka baik-baik saja dan apakah mereka dapat membuat wanita tersebut hamil setelah mereka menerima laporan tes air mani rutin pertama mereka. Faktanya, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pada saat ini. Kita tahu bahwa kondisi air mani seorang pria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, termasuk interval antara pengambilan air mani dan ejakulasi terakhir, keberadaan sauna dua minggu sebelum pengambilan air mani, keberadaan obat-obatan yang memengaruhi vitalitas sperma, personel dan mesin yang digunakan untuk pemeriksaan, dll. Para ilmuwan juga menemukan bahwa indikator air mani seorang pria sangat berfluktuasi sepanjang tahun, sehingga pemeriksaan air mani tunggal terkadang tidak dapat sepenuhnya dan dengan benar mencerminkan kondisi air mani yang sebenarnya. Inilah sebabnya mengapa satu kali pemeriksaan air mani terkadang tidak memberikan gambaran yang benar mengenai kondisi air mani yang sebenarnya. Untuk alasan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara khusus mensyaratkan bahwa tes air mani harus dilakukan lebih dari 2-3 kali berturut-turut dalam waktu 2 minggu sebelum diagnosis dapat dibuat berdasarkan hasilnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan setelah menerima laporan, terutama jika hasilnya tidak normal, terkadang diperlukan 3 kali berturut-turut sebelum kita dapat membuat diagnosis yang pasti.