Gaya berjalan kecil adalah gaya berjalan yang lambat, dengan kedua kaki mengais tanah. Hal ini ditandai dengan langkah kecil yang terseok-seok, awal yang lambat atau berbelok, dan gaya berjalan yang tidak stabil. Gaya berjalan mengacu pada postur berjalan. Saat berjalan, kaki yang terkena hanya menyentuh tanah dan kaki yang sehat mulai bergerak maju dengan cepat; kaki yang sehat menyentuh tanah dalam waktu yang lama dan kaki yang terkena menyentuh tanah dalam waktu yang singkat. Gaya berjalan minimal biasanya disebabkan oleh lesi lobus frontal, kerusakan otak yang menyebar (cerebral palsy) (misalnya gaya berjalan gunting atau gaya berjalan dansa karena cerebral palsy). Gaya berjalan kecil akibat kerusakan atau gangguan serebelar (gaya berjalan “bebek”) dan gaya berjalan kecil akibat gangguan pada inti basal (misalnya gaya berjalan ke depan pada penyakit Parkinson). Cedera saraf perifer (hilangnya persarafan pada kelompok otot tertentu) juga sering terjadi dalam praktik klinis, seperti gaya berjalan gluteus maximus, gaya berjalan gluteus medius, gaya berjalan paha depan, gaya berjalan tibialis anterior, serta gaya berjalan gastrocnemius dan kelemahan otot flounder. Jadi untuk mencegah gaya berjalan kecil dalam diet makanlah lebih banyak makanan yang baik untuk otak. 1, pisang Jika gula darah tubuh sangat berfluktuasi, mudah untuk mempengaruhi suplai nutrisi otak, sehingga untuk menjaga fungsi otak tetap pada puncaknya, perlu untuk menambah beberapa makanan yang mengandung karbohidrat pada waktu yang tepat. Pisang adalah salah satu pilihan pertama karena berbeda dengan makanan lain, yang mengandung pektin, pelepasan glukosa lebih lambat, sehingga kondusif untuk penyerapan dan pemanfaatan karbohidrat dan glukosa oleh otak. 2. Biji-bijian Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi sarapan rendah pencernaan memiliki kinerja terbaik dalam beberapa tes otak. Hal ini menunjukkan bahwa biji-bijian utuh tidak hanya baik untuk usus, tetapi juga memiliki efek meningkatkan fungsi otak. Ini karena biji-bijian kaya akan vitamin E dan B kompleks, asam folat, niasin, dan makanan lainnya. Vitamin B kompleks tidak hanya membantu memanfaatkan glukosa secara maksimal, tetapi juga secara efektif membantu metabolisme protein, yang merupakan nutrisi penting untuk menjaga fungsi normal sel-sel otak. 3. Telur Sel-sel otak dan zat penghantar saraf secara langsung terkait dengan protein berkualitas tinggi dan juga terkait erat dengan vitamin B kompleks, tidak hanya itu, vitamin A, E, B6, B12, asam folat, dan seng juga memiliki hubungan yang erat dengan vitalitas otak. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi ini dalam jumlah yang cukup, seperti telur, yang sangat penting untuk melindungi otak. Kekayaan vitamin B12 dalam telur juga dapat menunda kehilangan memori dan bahkan dapat meningkatkan risiko demensia.